Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Masyarakat Ciputat dari Bahaya Radikalisme

Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Masyarakat Ciputat dari Bahaya Radikalisme

TANGERANG SELATAN, LELEMUKU.COM – Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT Polri memperkuat upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) melalui kolaborasi bersama masyarakat. Langkah ini diwujudkan dengan menggelar sosialisasi yang melibatkan ratusan jamaah di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada Jumat, 1 Mei 2026.

Kegiatan yang menggandeng Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ini dihadiri sekitar 600 jamaah. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi berbasis komunitas keagamaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Cipayung Dini Nurliati, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Lini Kusniawati, serta perwakilan BAZNAS Tangerang Selatan Taufik.

Lurah Cipayung Dini Nurliati mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif menjaga kerukunan serta mencegah berkembangnya paham-paham yang menyimpang di lingkungan sekitar.

Dalam pemaparannya, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa keamanan dan toleransi dalam bingkai kebangsaan adalah tanggung jawab kolektif. Masyarakat diharapkan bertransformasi dari sekadar objek sosialisasi menjadi agen pencegahan aktif, terutama dalam lingkup keluarga.

"Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di ruang digital yang saat ini menjadi salah satu jalur penyebaran paham radikal," ungkap perwakilan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri.

Materi sosialisasi mengupas tuntas bahaya paham IRET, pola penyebarannya melalui media sosial dan *game online*, hingga pengenalan perilaku intoleransi sehari-hari. Peserta juga dibekali pemahaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap propaganda radikal yang menyasar generasi muda.

Melengkapi pendekatan teknis, Ustadz Syarif Hidayat memberikan tausiyah keagamaan yang mengajak jamaah memperkuat keimanan melalui semangat toleransi dan persatuan. Ia menekankan bahwa ajaran agama yang benar membawa kedamaian, bukan perpecahan.

Antusiasme tinggi para peserta menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap aman dari pengaruh radikal. Melalui kegiatan ini, jamaah Majelis Taklim diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi di tengah masyarakat. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya