CNN Sebut Kremlin Tingkatkan Keamanan Vladimir Putin karena Takut Kudeta Terjadi di Rusia

CNN Sebut Kremlin Tingkatkan Keamanan Vladimir Putin karena Takut Kudeta Terjadi di Rusia

ATLANTA, LELEMUKU.COM – Sebuah laporan badan intelijen Eropa yang diperoleh media asal Amerika Serikat, CNN, mengungkap Kremlin secara dramatis meningkatkan keamanan pribadi Presiden Vladimir Putin, memasang sistem pengawasan di rumah staf terdekat dan memberlakukan larangan perjalanan serta telepon tanpa internet bagi mereka, karena kekhawatiran mendalam akan kebocoran, pembunuhan, hingga kemungkinan upaya kudeta oleh internal elite Rusia.

Laporan yang dirilis pada 4 Mei 2026 itu menyebut sejak awal Maret, Kremlin dan Putin sendiri mengkhawatirkan potensi kebocoran informasi sensitif serta risiko komplotan atau upaya kudeta. 

Putin disebut sangat waspada terhadap kemungkinan pembunuhan menggunakan drone yang diluncurkan oleh anggota elite politik Rusia. Langkah-langkah pengamanan yang diterapkan antara lain sistem pengawasan dipasang di rumah staf terdekat, termasuk juru masak, pengawal, dan fotografer. 

Staf dilarang menggunakan transportasi umum dan hanya boleh menggunakan telepon tanpa akses internet. Pengunjung Kremlin harus menjalani pemeriksaan dua kali. Putin dan keluarganya juga dilaporkan berhenti mengunjungi kediaman biasa di wilayah Moskow dan Valdai. 

Selanjutnya Putin disebut belum mengunjungi fasilitas militer sepanjang 2026, hal ini berbeda dengan tahun 2025. Putin juga disebut menghabiskan waktu berminggu-minggu di bunker yang ditingkatkan di Krasnodar. 

Selanjutnya juru bicara dan sekretariat presiden di Kremlin disebut merilis gambar pra-rekaman Putin untuk publik.

Laporan tersebut juga menyebut ketegangan internal di kalangan elite keamanan Rusia, dengan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov mengkritik keras Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Bortnikov karena gagal melindungi perwira setelah pembunuhan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov di Moskow pada Desember 2025. 

Kesimpulan paling mencolok dari laporan intelijen Eropa itu, menurut CNN, adalah menyebut mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu yang kini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan, dikaitkan dengan risiko kudeta karena ia masih memiliki pengaruh signifikan di komando tinggi militer Rusia. 

Laporan itu mengaitkan penangkapan mantan wakil Shoigu, Ruslan Tsalikov, pada 5 Maret atas tuduhan korupsi sebagai pelanggaran terhadap perjanjian perlindungan diam-diam di antara elite, yang melemahkan Shoigu dan meningkatkan kemungkinan ia sendiri menjadi target investigasi.

Sementara itu, beberapa analis Barat menilai laporan intelijen ini sebagai bagian dari kampanye informasi untuk mengguncang narasi Kremlin di tengah memudarnya dukungan AS terhadap Ukraina, mengingat sifat intelijen semacam itu membuat rincian sulit diverifikasi. Yang jelas, menurut CNN, langkah-langkah keamanan yang diambil Rusia memperlihatkan keresahan meningkat di internal Kremlin karena menghadapi kesulitan ekonomi, tanda-tanda perbedaan pendapat, dan kemunduran di medan perang Ukraina.(Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya