Profil Bambang Noroyono, Jurnalis Republika yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Bambang Noroyono, Jurnalis Republika yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Bambang Noroyono, jurnalis senior Republika yang akrab disapa Abeng, menjadi salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan pembebasan seluruh relawan termasuk Bambang pada Senin (19/5/2026) dan saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Bambang Noroyono lahir di Airputih-Indrapura, Batubara, Sumatera Utara pada tahun 1984. Ia bergabung dan bekerja sebagai jurnalis di Republika ID sejak tahun 2011. Ia memiliki rekam jejak peliputan yang luas, mencakup bidang politik, hukum, investigasi mendalam, berita internasional, hingga olahraga.

Dalam pelayaran konvoi kemanusiaan Global Sumut Flotilla 2.0, Bambang berada di atas Kapal BoraLize yang juga disebut Al Nahr. Berbeda dengan kapal lain, Bambang merupakan satu-satunya warga negara Indonesia di kapal tersebut, didampingi oleh relawan dari Prancis, Malaysia, dan Turki.

Pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 11.20 waktu setempat atau 15.20 WIB, Kapal BoraLize dikepung dan dibajak secara paksa oleh kapal perang militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, berjarak sekitar dua ratus lima puluh mil laut dari pesisir Gaza.

Beberapa menit sebelum komunikasi diputus total, Bambang sempat mengirimkan bukti foto dan video kapal perang yang mendekat serta menyebarkan rekaman video SOS pra-rekaman sesuai protokol darurat panitia Global Sumut Flotilla. Dalam videonya, ia menyatakan bahwa jika rekaman itu beredar, artinya ia telah ditangkap oleh militer Israel, dan ia mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah penyelamatan.

Bambang Noroyono tidak sendiri dalam penugasan ke Gaza. Pihak Republika mengirimkan dua jurnalis. Rekannya, Thoudy Badai Rifan Billah yang merupakan jurnalis foto, berada di kapal yang berbeda yaitu Kapal Ozgurluk bersama Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo dan ikut ditahan dalam operasi intersepsi yang sama.

Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan Israel dan menegaskan bahwa Bambang sedang menjalankan tugas jurnalistik resmi yang dilindungi oleh Konvensi Jenewa.

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia dan Pewarta Foto Indonesia menyatakan penahanan di perairan internasional ini sebagai pelanggaran berat hukum laut dan kebebasan pers universal.

Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang mengecam keras tindakan militer Israel dan berkoordinasi dengan jaringan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, Roma, Amman, dan Kantor Jasa Konsuler Republik Indonesia di Istanbul. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Turki yang aktif memfasilitasi proses pemulangan.

Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama ditahan, dan menilai hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan selamat.

Kesembilan WNI yang ditangkap adalah Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo dari Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono jurnalis Republika dari Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah jurnalis Republika dari Kapal Ozgurluk, Rahendro Herubowo jurnalis iNewsTV dari Kapal Ozgurluk, Andi Angga Prasadewa aktivis kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat dari Kapal Josef, Herman Budianto Sudarsono dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari GPCI Spirit of Aqso Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo dari GPCI SMART 171 Kapal Kasr-1. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya