Profil Andre Prasetyo Nugroho, Jurnalis TV Tempo yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Andre Prasetyo Nugroho, Jurnalis TV Tempo yang Ditahan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis video TV Tempo asal Lampung, menjadi salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan pembebasan seluruh relawan termasuk Andre pada Senin (19/5/2026) dan saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Andre Prasetyo Nugroho lahir dan besar di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ia merupakan alumnus Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Lampung. Semasa kuliah, ia aktif dalam lembaga pers mahasiswa Teknokra. Sebelum bergabung dengan PT Tempo Inti Media Tbk pada November 2024, ia membangun karier di media lokal Lampung Post dari Desember 2021 hingga November 2024. Ia juga tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung.

Andre berada di Kapal Ozgurluk, salah satu dari armada konvoi kemanusiaan Global Sumut Flotilla 2.0. Misi sipil damai ini bertujuan menembus blokade Gaza untuk menyalurkan bantuan logistik. Pada Senin pagi, 18 Mei 2026, armada kapal tersebut dicegat, diintersepsi, dan dikepung secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar dua ratus hingga dua ratus lima puluh mil laut dari Gaza.

Komunikasi rutin terakhir kru Tempo di Jakarta dengan Andre tercatat pada Ahad malam, 17 Mei 2026, sekitar pukul 22.42 WIB. Sebelum kapalnya dikuasai militer Israel, Andre sudah mengonfirmasi bahwa kapalnya masuk dalam protokol darurat interception. Di dalam kapal yang sama, Andre didampingi oleh dua jurnalis Indonesia lainnya, yaitu Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika dan Rahendro Herubowo dari iNews TV.

Sebelum ditahan sepenuhnya, Andre sempat merekam dan mengirimkan pesan video darurat yang dirilis oleh jaringan Global Peace Convoy Indonesia. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa jika video tersebut beredar, artinya ia telah ditangkap oleh militer Israel di perairan internasional. Ia menegaskan bahwa pencegatan terhadap Global Sumut Flotilla membuktikan bahwa Israel masih terus berupaya memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia juga meminta secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung gerakan kemanusiaan dan konsisten memperjuangkan isu-isu kemerdekaan Palestina.

Manajemen Tempo Media Group memberikan atensi khusus, mendampingi psikologis keluarga Andre, dan menegaskan bahwa tugas yang diemban Andre adalah misi jurnalistik yang mulia serta dilindungi hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang mengecam keras tindakan militer Israel dan berkoordinasi dengan jaringan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, Roma, Amman, dan Kantor Jasa Konsuler Republik Indonesia di Istanbul. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Turki yang aktif memfasilitasi proses pemulangan.

Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama ditahan, dan menilai hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan selamat.

Kesembilan WNI yang ditangkap adalah Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo dari Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono jurnalis Republika dari Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah jurnalis Republika dari Kapal Ozgurluk, Rahendro Herubowo jurnalis iNewsTV dari Kapal Ozgurluk, Andi Angga Prasadewa aktivis kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat dari Kapal Josef, Herman Budianto Sudarsono dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari GPCI Spirit of Aqso Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo dari GPCI SMART 171 Kapal Kasr-1. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya