Profil Andi Angga Prasadewa, Aktivis Kemanusiaan Rumah Zakat yang Ditahan Militer Israel Saat Misi ke Gaza
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Andi Angga Prasadewa, aktivis kemanusiaan senior dari lembaga Rumah Zakat sekaligus bagian dari aliansi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia, menjadi salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan pembebasan seluruh relawan termasuk Andi Angga pada Senin (19/5/2026) dan saat ini mereka dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Andi Angga Prasadewa (32) berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan alumnus Pesantren IMMIM Putra Makassar angkatan 2005 hingga 2011. Telah mengabdikan diri lebih dari sepuluh tahun sebagai relawan kemanusiaan di Rumah Zakat, ia berpengalaman dalam evakuasi kebencanaan, manajemen logistik darurat, hingga pendampingan wilayah pascabencana.
Andi Angga berangkat sebagai salah satu dari tiga delegasi Rumah Zakat untuk misi Global Sumut Flotilla 2.0. Namun, hanya ia yang menaiki Kapal Josef. Pada Senin, 18 Mei 2026, Kapal Josef dicegat dan dikuasai secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar dua ratus mil laut dari pantai Gaza. Sistem komunikasi kapal langsung diputus total.
Sesuai protokol armada, sebuah video pra-rekaman darurat milik Andi Angga otomatis dirilis ke publik setelah ia hilang kontak. Dalam video tersebut, Andi Angga menyatakan dirinya telah diculik zionis Israel di perairan internasional secara semena-mena dan meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah hukum tegas.
Pihak Global Peace Convoy Indonesia dan Rumah Zakat mengonfirmasi bahwa sembilan WNI yang sempat ditahan militer Israel, termasuk Andi Angga Prasadewa, kini telah resmi dibebaskan. Seluruh relawan dan jurnalis Indonesia yang dibebaskan berada dalam kondisi sehat serta aman. Mereka langsung dipindahkan dan diterbangkan menuju Istanbul, Turki untuk proses pemulangan ke tanah air oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Luar Negeri melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang mengecam keras tindakan militer Israel dan berkoordinasi dengan jaringan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, Roma, Amman, dan Kantor Jasa Konsuler Republik Indonesia di Istanbul. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Turki yang aktif memfasilitasi proses pemulangan.
Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama ditahan, dan menilai hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan selamat.
Kesembilan WNI yang ditangkap adalah Andre Prasetyo Nugroho jurnalis TV Tempo dari Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono jurnalis Republika dari Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah jurnalis Republika dari Kapal Ozgurluk, Rahendro Herubowo jurnalis iNews TV dari Kapal Ozgurluk, Andi Angga Prasadewa aktivis kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat dari Kapal Josef, Herman Budianto Sudarsono dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu dari GPCI Dompet Dhuafa Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari GPCI Spirit of Aqso Kapal Kasr-1, dan Hendro Prasetyo dari GPCI SMART 171 Kapal Kasr-1. (Roe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri