Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Hanguskan Puluhan Kendaraan dan Lukai Belasan Orang

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Stadion Lukas Enembe yang megah itu bergeming pada Sabtu 7 Mei 2026. Tembok dan pagar stadion masih berdiri tegak mendampingi puing-puing sampah yang berserakan di lapangan parkir. Aroma asap masih tercium dari sisa-sisa kendaraan yang hangus terbakar di area parkir. 

Jumat (8/5/2026) malam sebelumnya, harapan 35 ribu lebih suporter Persipura Jayapura sirna sudah. Tim kebanggaan mereka, Mutiara Hitam, harus mengubur mimpi untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah takluk 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Championship 2025-2026. Gol tunggal Adilson Silva pada babak pertama menjadi paku peti mati perjuangan Persipura.

Peluit panjang wasit dibunyikan. Saat itulah kekecewaan meledak menjadi amarah yang tak terbendung. Ratusan, lalu ribuan suporter menuruni tribun, merangsek masuk ke lapangan.
 
Flare dan mercon menyala dan berlarian di mana-mana, kepulan asap tebal menyelimuti stadion. Aksi vandalisme dimulai dari kursi-kursi stadion dicabut dan dihancurkan, monitor perangkat Video Assistant Referee (VAR) dirusak, ruang ganti pemain Adhyaksa FC nyaris diterobos massa yang marah.

Situasi dengan cepat berubah menjadi huru-hara di luar stadion. Suporter yang kecewa meluapkan kemarahannya dengan membakar dan merusak kendaraan yang terparkir di area Stadion Lukas Enembe. 

Personel kepolisian yang berusaha membubarkan massa justru menjadi sasaran lemparan batu dan benda keras.

Polisi : 67 Kendaraan Rusak, 11 Orang Luka-Luka

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, mengungkapkan data dampak kerusuhan dalam konferensi pers di Jayapura, Sabtu (9/5/2026).
 
“Dari laporan yang kami terima, kerusuhan mengakibatkan 67 kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kerusakan berat, hilang, atau dibakar,” kata Cahyo.

Ia merinci bahwa kerusakan tersebut meliputi kendaraan dinas maupun pribadi, baik milik Polri maupun masyarakat sipil. Selain itu, Cahyo juga mengonfirmasi adanya korban luka. 

“Tercatat 10 orang anggota Polri yang saat itu bertugas pengamanan dan seorang warga sipil mengalami luka-luka. Salah satu personel Polres Jayapura, Ipda Arjuna, saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Jayapura akibat luka yang dideritanya,” jelasnya.

Data internal menyebutkan puluhan kendaraan dinas dan pribadi turut menjadi korban. Enam unit motor dinas Yamaha Vixon dan Verza terbakar atau rusak. Lima mobil dinas Polri hangus, termasuk truk Ditsamapta, Isuzu D-Max milik Dit Pamobvit, ambulance Sat Brimobda serta mobil Hilux dan Dmax milik Resmob. 

Tak kurang dari 36 unit sepeda motor pribadi anggota Polri dikabarkan hilang digasak massa, termasuk Honda Scoopy, Beat, Vixion, CRF, Aerox dan PCX. Sembilan mobil pribadi personel seperti Honda Brio, HRV, Mobilio, Freed dan Calya turut hangus.

Penyidik kepolisian telah mengamankan 14 orang untuk dimintai keterangan. 

“Ke-14 orang yang diamankan masih diperiksa secara intensif oleh penyidik di Polres Jayapura. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Cahyo.

Komnas HAM Temukan Puluhan Kendaraan Hangus

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi keesokan harinya, Sabtu (9/5/2026), menemukan bukti nyata kerusakan massal. 

“Kami menemukan kerugian material itu ada sebanyak 20 mobil, 10 kendaraan roda dua yang terbakar. Juga terjadi pengrusakan beberapa fasilitas di dalam Stadion Lukas Enembe,” ujar Ramandey di Sentani.

Ramandey menyatakan akan melanjutkan investigasi. “Kemungkinan kami akan menilai penggunaan video assistant referee (VAR), apakah itu menjadi pemicu terjadinya kericuhan, selain dari kekalahan tim Persipura Jayapura,” katanya. 

Ia juga mencatat bahwa Persipura memiliki sejarah kerusuhan serupa pada tahun 2013.

PSSI: Sangat Sayangkan, Indonesia Sedang Diawasi FIFA

Di tengah upaya pendinginan situasi, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, angkat bicara dari Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang mencoreng wajah sepak bola nasional.

“PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam,” kata Yunus dalam keterangan resminya.

Ia menggarisbawahi bahwa masyarakat Papua dikenal sangat mencintai sepak bola. 

“Karena kami tahu bahwa masyarakat dan suporter, masyarakat Papua, suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola, pasti kami yakin mereka ingin menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” ujarnya.

Namun yang paling mengkhawatirkan, menurut Yunus, adalah status Indonesia yang masih dalam pengawasan FIFA pasca-tragedi Kanjuruhan 2022. 

“Ini tentu juga akan menggores perjalanan sepak bola kita, yang kita tahu bersama saat ini kita lagi sementara dimonitor, diawasi oleh FIFA. Dan PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi,” tegasnya.

Yunus pun mengimbau seluruh pihak untuk lebih dewasa dan legawa dalam menerima hasil pertandingan. 

“Kita butuh kesabaran, kita butuh kesadaran bahwa menang-kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan. Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri, dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak,” tuturnya.

Ia mengajak semua elemen untuk bersama-sama menjaga keamanan stadion. 

“Ke depan, tolong kawan-kawan, bila sepak bola kita ini akan terlihat maju, ayolah kita sama-sama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masing-masing stadion. Kita mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari suporter. Bila terjadi kericuhan dan keributan, semua juga rugi, tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi PSSI sangat menyayangkan dan prihatin akan kejadian ini,” pungkas Yunus.

Sementara itu, manajemen Persipura Jayapura dalam pernyataan publiknya di media sosial menyebut kekalahan ini sebagai pelajaran dan berjanji akan bangkit. 

"Hari ini kita jatuh. Dan ini menyakitkan. Tapi Persipura tidak dibangun dari kemudahan. Kami akan bangkit. Untuk Papua, untuk harga diri kita, untuk Persipura," tulis manajemen.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kerugian dan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku perusakan. PSSI pun berharap tidak ada sanksi berat dari FIFA atas ulah segelintir oknum yang mencoreng sepak bola Indonesia. (Rotan)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya