ABM Investama Tbk, Emiten Tambang Trakindo Group Pacu Diversifikasi Energi

ABM Investama Tbk, Emiten Tambang Trakindo Group Pacu Diversifikasi Energi

JAKARTA, LELEMUKU.COM – PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten jasa pertambangan batu bara yang terafiliasi dengan Trakindo Group, menargetkan pendapatan satu miliar dolar AS pada 2026 dengan mengandalkan tambang baru di Aceh dan Kalimantan Tengah.

Perusahaan yang berdiri pada Agustus 2009 ini merupakan holding investasi dengan portofolio strategis di sektor energi, jasa, dan infrastruktur. ABM Investama memiliki tiga segmen usaha utama, yakni segmen kontraktor pertambangan dan tambang batu bara, segmen jasa yang mencakup ketenagalistrikan dan logistik terintegrasi, serta segmen pabrikasi perlengkapan penunjang alat berat. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2011 dengan kode emiten ABMM.

Struktur kepemilikan ABMM didominasi oleh PT Tiara Marga Trakindo yang merupakan bagian dari grup usaha keluarga Hamami sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 53,56 persen. Valle Verde Pte Ltd dari Singapura memegang 25,51 persen, investor kawakan Lo Kheng Hong memiliki 5,64 persen, dan masyarakat pemegang saham non warkat menguasai 15,01 persen.

Jajaran direksi PT ABM Investama Tbk dipimpin oleh Achmad Ananda Djajanegara sebagai Direktur Utama. Ia didampingi oleh Haris Mustarto, Feriwan Sinatra, dan Hans Christian Manoe sebagai direktur. Sementara itu, jajaran komisaris diketuai oleh Rachmat Mulyana Hamami sebagai Komisaris Utama, bersama Mivida Hamami, Arief Tarunakarya Surowidjojo, dan Manggi Taruna Habir sebagai komisaris. Komite Audit perusahaan diketuai oleh Manggi Taruna Habir dengan anggota Ferry A.J. Alis dan Agus Yulianto.

Melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (sebagai kontraktor tambang) dan PT Reswara Minergi Hartama (sebagai pemilik tambang), ABMM mengelola produksi batu bara di berbagai wilayah Indonesia. Volume pengambilan batu bara ABMM pada 2025 tercatat sebesar 34,5 juta ton. Pada 2025, perusahaan mengakuisisi tambang baru yaitu PT Nirmala Coal Nusantara di Meulaboh, Aceh Barat, dengan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton dan cadangan 31 juta ton. PT Piranti Jaya Utama yang terletak di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memiliki potensi sumber daya 83,4 juta ton dan cadangan 34 juta ton dengan kualitas batu bara premium kalori 4.800 hingga 5.100 Kcal per kg.

Sepanjang 2025, pendapatan ABMM tercatat sebesar satu miliar dolar AS, mengalami penurunan 13,50 persen secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai 70,62 juta dolar AS atau turun 49,33 persen dari 139,37 juta dolar AS pada 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya harga batu bara global dan menurunnya volume penjualan. Meskipun demikian, total aset perusahaan tercatat sebesar 2,06 miliar dolar AS dengan total ekuitas 880,42 juta dolar AS.

Pada 2026, perusahaan memasang target pendapatan sekitar satu miliar dolar AS dengan laba bersih 80 juta hingga 90 juta dolar AS. Target ini akan ditopang oleh tambang baru NCN yang sudah beroperasi komersial sejak Februari 2026 serta PJU yang ditargetkan memulai operasi komersial pada akhir 2026. Dari sisi volume, NCN diharapkan berkontribusi dua juta ton batu bara dengan kalori 3.000 hingga 3.100 Kcal per kg, di mana 25 persen untuk pasar domestik dan 75 persen ekspor ke India. Sementara PJU dengan kapasitas produksi lima juta ton per tahun akan lebih banyak diekspor ke Korea Selatan, Jepang, dan China.

Direktur ABM Investama, Hans Manoe, menyatakan bahwa perusahaan akan memprioritaskan stabilisasi dan peningkatan produksi dari aset tambang baru.

"ABMM akan memprioritaskan stabilisasi dan peningkatan produksi dari aset tambang baru. Tambang di Aceh akan dioptimalkan untuk mencapai produksi bulanan yang konsisten. Sementara itu, tambang di Kalimantan Tengah ditargetkan untuk memulai operasi komersial pada akhir 2026 setelah penyelesaian proses perizinan," ujar Hans Manoe.

ABMM secara aktif melakukan diversifikasi ke lini bisnis non batu bara untuk mengurangi ketergantungan pada sektor komoditas. Melalui PT Nagata Bio Energi, perusahaan berpartisipasi di Bursa Karbon IDX Carbon mulai Februari 2026 dengan menjual kredit karbon dari proyek biogas limbah sawit di Kalimantan Selatan yang berpotensi mengurangi emisi hingga 121.919 ton per tahun. PT Sanggar Sarana Baja, anak usaha di bidang rekayasa dan fabrikasi, berhasil melakukan ekspor perdana unit Side Dump Truck ke Mongolia. PT Cipta Krida Bahari selaku penyedia jasa logistik konsolidasi barang tambang mencapai tingkat on-time delivery 94,5 persen sepanjang 2025.

Dalam mendukung transisi energi, anak usaha PT Cipta Kridatama bersama SUN Energy mengoperasikan PLTS Containerized Battery Energy Storage System pertama di Indonesia yang berlokasi di Jambi. Sistem off-grid dengan kapasitas 643,8 kWp dan penyimpanan baterai satu MWh ini diperkirakan menghasilkan lebih dari 849.000 kWh energi bersih per tahun serta mengurangi jejak karbon sebanyak 660 ton CO2, setara dengan menanam lebih dari 10.900 pohon.

Direktur Utama CK Meidi Wibowo menyatakan bahwa implementasi PLTS CBESS merupakan langkah strategis dalam upaya mengurangi emisi karbon.

"Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem penyimpanan energi baterai microgrid dalam kontainer merupakan langkah strategis dalam upaya kami untuk mengurangi emisi karbon. Ini langkah nyata kami dalam berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan efisiensi energi," ujar Meidi Wibowo.

Pada Desember 2025, ABMM bersama anak usahanya memperoleh fasilitas kredit sindikasi senilai Rp4,2 triliun dengan opsi akordeon Rp1 triliun dari beberapa lembaga keuangan perbankan dalam negeri. Sekretaris Perusahaan ABM Investama, Boogee Garystho Priyono, menyampaikan bahwa fasilitas kredit tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi struktur pendanaan perusahaan.

"Tujuan perjanjian ini yaitu untuk menurunkan margin dan reprofiling jangka waktu fasilitas kredit dalam rangka menurunkan biaya keuangan dan memperkuat neraca keuangan," jelas Boogee Garystho Priyono.

Sejalan dengan target produksi dan diversifikasi, ABMM tetap berkomitmen menerapkan Good Mining Practices di seluruh lokasi operasional serta menjunjung tinggi standar lingkungan dan tata kelola yang baik. Perusahaan juga berencana memperkuat sinergi antar anak usaha di bidang logistik dan pabrikasi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi.

Informasi lebih lanjut mengenai PT ABM Investama Tbk dapat diakses melalui situs resmi www.abm-investama.com, email ke [email protected], atau melalui telepon di (021) 2997 6767. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya