ULMWP Kutuk Penembakan Warga Sipil di Kabupaten Puncak Papua

ILAGA, LELEMUKU.COM – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk operasi militer Indonesia yang dilaporkan mengakibatkan korban jiwa di Distrik Kebru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026).  

Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti ancaman serius terhadap masyarakat Papua dan mendesak Dewan HAM PBB segera membentuk tim investigasi independen. “Peristiwa di Distrik Kebru merupakan bukti otentik atas kebijakan masif dan rasisme sistemik terhadap bangsa Papua,” ujarnya.  

Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Octovianus Mote, menambahkan bahwa penembakan di Kebru terjadi setelah insiden serupa di Dogiyai dan Tolikara pada awal April 2026. Ia menyerukan agar komunitas internasional tidak menutup mata atas tragedi kemanusiaan yang terus terjadi di Papua.  

Dalam laporan awal, sembilan warga sipil disebut menjadi korban, termasuk seorang anak berusia lima tahun. ULMWP menyatakan operasi militer masih berlangsung dan menyebabkan warga mengungsi serta mengalami trauma.  

Organisasi itu menyerukan solidaritas dari negara-negara Melanesia, Pasifik, dan komunitas internasional untuk menekan pemerintah Indonesia menghentikan operasi militer di Papua. “Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban di Distrik Kebru,” tulis pernyataan resmi ULMWP.  

ULMWP menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi perhatian dunia internasional demi perlindungan hak asasi manusia di Papua Barat. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya