Trump Batalkan Utusan Khusus ke Pakistan, Klaim Pegang Semua Kartu Iran
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Presiden Donald Trump membatalkan perjalanan utusan khususnya ke Islamabad untuk pembicaraan damai dengan Iran.
Dalam wawancara singkat dengan Axios yang dipublikasikan sekitar 25 April 2026 siang waktu setempat, Trump menjelaskan alasan pembatalan tersebut.
“Saya tidak melihat gunanya mengirim mereka dalam penerbangan 18 jam dalam situasi saat ini. Itu terlalu lama. Kami bisa melakukannya lewat telepon,” kata Trump.
Trump juga menegaskan posisi tawar Amerika Serikat yang kuat dengan menyatakan, “Kami memegang semua kartu. Mereka (Iran) bisa menelpon kami kapan saja mereka mau.”
Ketika ditanya apakah pembatalan ini berarti perang akan berlanjut atau meningkat, Trump memberikan jawaban yang langsung menjadi viral: “Tidak. Itu tidak berarti begitu. Kami belum memikirkannya dulu.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang telah berlangsung selama dua bulan dan gencatan senjata rapuh 14 hari yang sedang berada di ambang kolaps.
AS masih mempertahankan blokade pelabuhan Iran, sementara Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika blokade tidak dicabut.
Pernyataan Trump menuai kritik keras dari oposisi. Senator Christopher Murphy dan sejumlah tokoh lainnya menuduh administrasi Trump tidak memiliki rencana konkret untuk mengakhiri perang atau membuka kembali jalur energi global.
Harga minyak mentah Brent melonjak mendekati 100 dolar AS per barel akibat ketidakpastian yang ditimbulkan pernyataan presiden.
Perkembangan situasi di Selat Hormuz dan upaya diplomasi selanjutnya terus dipantau karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri