Taman Satu Tungku Tiga Batu Fakfak Tetap Kokoh Lambang Toleransi Warisan Leluhur

Taman Satu Tungku Tiga Batu Fakfak Tetap Kokoh Lambang Toleransi Warisan Leluhur

FAKFAK, LELEMUKU.COM – Taman Satu Tungku Tiga Batu di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, bukan sekadar monumen semen dan beton yang indah, melainkan simbol filosofi warisan leluhur yang tetap berdiri kokoh di tengah arus modernitas.

Filosofi Satu Tungku Tiga Batu menggambarkan kebersamaan masyarakat Fakfak meski berbeda agama dan suku. Seperti tungku yang ditopang tiga batu untuk memasak, tiga agama besar (Islam, Katolik, dan Protestan) hidup berdampingan dalam satu periuk yang sama, dijaga oleh kasih dan persaudaraan yang sama.

Taman ini menjadi kebanggaan warga karena tetap terjaga kebersihan dan kemegahannya. Namun, nilai terpenting bukan hanya fisik taman, melainkan bagaimana filosofi persatuan itu terus hidup di hati anak cucu generasi mendatang.

Masyarakat Fakfak diajak untuk terus menjaga dan mewariskan nilai toleransi ini agar tetap menjadi teladan dari Timur Indonesia. Keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah yang damai dan harmonis.

Warga yang bangga dengan semboyan Satu Tungku Tiga Batu diharapkan terus menjaga semangat persaudaraan tersebut dalam kehidupan sehari-hari di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya