Superyacht Nord Milik Oligarki Rusia Lolos Blokade Selat Hormuz

DUBAI, LELEMUKU.COM – Superyacht mewah Nord milik miliarder Rusia Alexei Mordashov berhasil melintasi Selat Hormuz pada 25 April 2026, di tengah blokade ketat yang memberlakukan aturan hanya kapal dengan izin dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang boleh melintas.

Yacht sepanjang 142 meter, yang ditaksir bernilai sekitar 500 juta dolar AS, diketahui berlayar dari Dubai pada Kamis (24/4/2026) malam dan melintasi selat strategis itu pada dini hari Jumat (25/4/2026) sebelum akhirnya tiba di Muskat, Oman. Pemilik kapal dilaporkan memang sengaja memilih berlayar pada malam hari untuk menghindari risiko terdeteksi.

Alexei Mordashov adalah pemilik saham utama Severstal, raksasa baja dan pertambangan Rusia. Kekayaannya saat ini menduduki peringkat teratas di Rusia dengan estimasi 37 miliar dolar AS. Ia dan keluarganya terkena sanksi dari Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa pasca invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Yang menarik adalah kabar pengecualian yang diberikan Iran untuk kapal-kapal Rusia. Dubes Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, mengonfirmasi bahwa negara-negara ramah telah diberikan izin khusus untuk melintasi Selat Hormuz tanpa membayar bea transit. Hal ini membuktikan bahwa Iran menerapkan kebijakan diskriminatif dan memanfaatkan kendali atas Selat Hormuz untuk kepentingan geopolitiknya.

Nord menggunakan koridor yang diklaim aman oleh Iran, yang berada di dekat Pulau Larak. Pulau ini merupakan area yang dikuasai oleh IRGC untuk mengontrol akses masuk ke selat. Rute ini sengaja dipilih karena lebih dekat dengan pantai Iran, sekaligus menghindari kapal perang AS yang berpatroli di perairan internasional.

Beberapa pihak menyebutkan bahwa kemungkinan adanya komunikasi antara pihak kapal dengan IRGC sebelum keberangkatan menjadi faktor kunci. Yang menjadi ironi adalah bahwa Nord sendiri sebelumnya sempat diburu oleh pihak berwenang di Eropa, sempat bersembunyi di Seychelles dan kemudian bersandar di pelabuhan Rusia untuk menghindari penyitaan. Kini, ia justru dengan tenang melintasi zona konflik.

Peristiwa ini memicu spekulasi kuat bahwa pergerakan Nord bisa saja merupakan bagian dari upaya evakuasi aset yang lebih besar. Beredar laporan bahwa beberapa kapal tanker minyak mentah dan kapal kargo lainnya juga ikut dalam rombongan yang sama.

Akibat dari kelolosan kapal ini, tekanan diplomatik pada Iran dan Rusia semakin meningkat. Pihak berwenang AS juga harus menghadapi kenyataan bahwa blokade maritim yang mereka canangkan memiliki celah yang ditembus secara terbuka dan terang-terangan oleh salah satu oligarki sekutu Kremlin. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya