Roberth Hitipeuw Sebut Senpi Polsek Bokondini Berhasil Dikembalikan

Roberth Hitipeuw Sebut Senpi Polsek Bokondini Berhasil Dikembalikan

TOLIKARA, LELEMUKU.COM – Aksi keributan antar masyarakat di Desa Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, yang berujung pada penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini dan perampasan senjata api, kini berangsur kondusif setelah dilakukan penanganan oleh Polres Tolikara, Rabu (15/4/2026).

Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIT saat berlangsungnya kedukaan meninggalnya almarhum Denius Penggu, yang kemudian memicu perdebatan antar keluarga terkait penyebab kematian.

Situasi semakin memanas sekitar pukul 13.40 WIT ketika massa dari beberapa kampung seperti Donggem, Abimbak, Kurip, dan Kaneunuk datang melayat sambil melakukan aksi pelemparan dan penebangan pohon, yang berujung pada bentrokan antar kelompok menggunakan batu, senjata tajam, dan panah.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Bokondini menuju lokasi sekitar pukul 13.55 WIT untuk melerai keributan. Namun situasi tidak terkendali hingga personel mengeluarkan tembakan peringatan yang justru memicu penyerangan terhadap anggota.

Dalam kondisi tersebut, personel melakukan penyelamatan diri. Salah satu anggota, Aiptu Dominggus Gannaran, mengalami penganiayaan setelah terpisah dari rombongan, sementara satu pucuk senjata api jenis revolver miliknya dirampas oleh seorang warga.

Akibat kejadian tersebut, empat personel mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis, sementara satu warga berinisial EW (18) meninggal dunia dan saat ini masih dalam proses penyelidikan di RSUD Wamena.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Tolikara melakukan langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan yang dipimpin langsung Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw bersama jajaran menuju Distrik Bokondini.

Pada Rabu (15/4/2026), Polres Tolikara juga melaksanakan pertemuan bersama tokoh adat, tokoh agama, pemerintah distrik, dan unsur TNI untuk meredam situasi serta mencari solusi penyelesaian.

Dalam arahannya, Kompol Roberth Hitipeuw menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta mengimbau agar senjata api yang dirampas dapat segera dikembalikan.

“Kami hadir untuk menjamin keamanan masyarakat. Kami berharap para tokoh dapat membantu berkomunikasi dengan warga agar senjata api tersebut segera dikembalikan,” ujarnya.

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari tokoh masyarakat yang kemudian melakukan pendekatan persuasif kepada pelaku.

Hasilnya, pada pukul 11.33 WIT, satu pucuk senjata api jenis revolver beserta enam butir amunisi berhasil dikembalikan di Mapolsek Bokondini dan diterima langsung oleh Kapolres Tolikara.

Kapolres menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam membantu menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Ini bukti bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.33 WIT dalam keadaan aman dan kondusif, dan Polres Tolikara menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta sinergi dengan masyarakat guna menjaga kamtibmas di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. (Kie)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya