Razman Arif Nasution: Abraham Samad Seharusnya Cawapres Jokowi 2014, Terganjal Keputusan Partai
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Praktisi hukum Razman Arif Nasution mengungkap fakta mengejutkan dalam program Rakyat Bersuara mengenai dinamika politik pemilihan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Joko Widodo pada Pilpres 2014 lalu. Razman menyebut bahwa inisial "AS" yang merujuk pada Abraham Samad sebenarnya merupakan pilihan utama Jokowi untuk menjadi pendampingnya.
Menurut pernyataan Razman, sejak awal Jokowi memiliki keinginan untuk mencawapreskan Abraham Samad, mantan Ketua KPK periode 2011-2015.
Namun, rencana tersebut terbentur oleh hak prerogatif partai pengusung. Secara mengejutkan, pada detik-detik terakhir pendaftaran, nama Jusuf Kalla muncul sebagai pendamping resmi, yang oleh Razman disebut sebagai bentuk "kawin paksa" politik.
Kondisi tersebut diklaim memicu kekecewaan mendalam bagi Abraham Samad terhadap Jokowi. Nama Samad memang sempat menguat dalam bursa kandidat cawapres 2014, terutama atas dorongan dari elemen PDIP Bali, meskipun pada akhirnya posisi tersebut diisi oleh Jusuf Kalla (2014-2019) dan kemudian Ma'ruf Amin (2019-2024).
Selain mengungkap rahasia politik masa lalu, nama Abraham Samad kini kembali mencuat di tengah polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI tersebut. Samad diketahui telah mendatangi Polda Metro Jaya pada tahun 2025 untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait laporan dugaan ijazah palsu tersebut.
Diskusi yang melibatkan tokoh lain seperti Ferdinand Hutahaean dan Ade Armando ini menyoroti kembali rekam jejak Abraham Samad yang dikenal sebagai aktivis dan pengacara, namun gagal melenggang ke kursi wakil presiden karena manuver politik di menit-menit akhir. (Roe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
