Peringatan 250 Tahun Amerika Serikat, Doktrin Monroe jadi Tonggak Kedaulatan
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Perayaan hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat menjadi momentum untuk mengenang kembali Doktrin Monroe sebagai salah satu tonggak sejarah penting kedaulatan negara tersebut di belahan bumi bagian barat.
Kebijakan yang dicetuskan oleh Presiden ke-lima Amerika Serikat, James Monroe, dalam pidatonya di hadapan Kongres pada 2 Desember 1823 tersebut secara tegas menolak campur tangan asing dan menegaskan kepemimpinan Amerika di kawasan.
Profesor ilmu politik dari Hillsdale College, John Grant, menyatakan bahwa Doktrin Monroe berfungsi sebagai cara untuk membangun kesadaran Amerika sebagai bangsa yang merdeka. Menurutnya, kebijakan ini mendorong rasa kebangsaan, kewarganegaraan, dan tujuan bersama di antara rakyat Amerika.
“Negara-negara di benua Amerika tidak boleh lagi dianggap sebagai subjek kolonisasi di masa depan oleh kekuatan Eropa mana pun,” ujar James Monroe dalam kutipan bersejarahnya.
Doktrin ini dirumuskan bersama Sekretaris Negara saat itu, John Quincy Adams, yang menyerukan pembagian pengaruh yang terpisah antara Benua Amerika dan Eropa. Kebijakan ini muncul setelah Amerika berhasil mempertahankan Washington dalam Perang 1812, yang membuktikan kepada Inggris bahwa upaya penaklukan kembali tidak akan berhasil.
Kurator Museum Nasional Diplomasi Amerika, Alison Mann, menjelaskan bahwa kebijakan ini juga merupakan pengembangan dari upaya Presiden Thomas Jefferson dalam menegaskan kekuatan ekonomi dan menghindari keterlibatan dengan Eropa. Sebelum mencetuskan doktrin tersebut, Monroe berkonsultasi dengan Adams mengenai kemampuan militer dan ekonomi negara untuk menolak pengaruh asing, yang kemudian dijawab dengan optimisme oleh Adams.
James Monroe dan John Quincy Adams tercatat sebagai presiden terakhir yang berpartisipasi langsung dalam masa pendirian Amerika. Monroe pernah menyeberangi Sungai Delaware bersama George Washington pada malam Natal 1776, sementara Adams menjadi ajudan ayahnya dalam negosiasi Perjanjian Paris yang mengakhiri perang kemerdekaan.
Prinsip-prinsip yang tertuang dalam Doktrin Monroe ini tetap dianggap relevan dalam memperkuat identitas nasional Amerika Serikat di tengah dinamika dunia yang terus berubah hingga saat ini. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
