Mahasiswa Papua Di Makassar Desak Investigasi Insiden Dogiyai
MAKASSAR, LELEMUKU.COM – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai Kota Studi Makassar bersama mahasiswa Papua dari tujuh wilayah adat serta solidaritas yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pelajar Mahasiswa Peduli Rakyat Papua (FSMP-PRP) menyampaikan sikap atas insiden kekerasan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, yang terjadi pada Selasa (31/3/2026).
Dalam pernyataan yang disampaikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026), mereka mendesak adanya penanganan serius terhadap situasi yang dinilai belum mereda hingga saat ini.
Mereka menyebut peristiwa terjadi pasca meninggalnya seorang aparat keamanan berinisial JE yang kemudian diikuti dengan operasi penyisiran oleh aparat di sejumlah titik di wilayah Dogiyai.
Menurut mereka, situasi tersebut berdampak pada terganggunya rasa aman masyarakat sipil serta menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari dokumentasi foto dan video yang beredar, disebutkan terdapat sejumlah warga sipil yang meninggal dunia, serta adanya kendaraan milik warga yang terbakar dalam insiden tersebut.
Perwakilan mahasiswa dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan pentingnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap penanganan konflik.
“Masyarakat sipil harus mendapatkan perlindungan hukum, dan setiap tindakan aparat harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” demikian pernyataan tersebut.
Mereka juga mendesak pemerintah daerah, DPRD, serta lembaga independen untuk turun tangan menyelidiki insiden tersebut, termasuk membentuk tim pencari fakta guna mengungkap kejadian secara menyeluruh.
Selain itu, mereka meminta aparat keamanan menghentikan pendekatan keamanan yang dinilai berpotensi memperburuk situasi, serta mengedepankan langkah hukum yang objektif dan transparan.
Dalam pernyataan sikapnya, kelompok mahasiswa ini turut menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian tindakan yang tidak sesuai prosedur terhadap warga sipil, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, serta pembentukan tim independen untuk mengusut kasus meninggalnya aparat keamanan dan warga sipil.
Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terdampak dalam insiden tersebut di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
