Kapal Induk AS Abraham Lincoln Terdeteksi di Laut Arab, Kawal Blokade Iran
MUSCAT, LELEMUKU.COM – Satelit Sentinel-2 menangkap citra Kapal Induk Angkatan Laut Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (CVN-72) yang sedang berlayar di Laut Arab pada Minggu (26/4/2026).
Kapal induk bertenaga nuklir itu terlihat dikawal oleh dua kapal perusak kelas Arleigh Burke yang berlayar di sekitarnya.
Berdasarkan data koordinat yang terekam, kapal induk raksasa tersebut berada pada posisi 22.12731 lintang utara dan 61.05991 bujur timur, atau sekitar perairan timur Oman. Pengerahan kapal induk dengan callsign 'Abraham Lincoln' ini merupakan bagian dari operasi penegakan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran yang berlangsung sejak 13 April 2026.
USS Abraham Lincoln diketahui meninggalkan San Diego pada November 2025 dan tiba di kawasan Timur Tengah pada Januari 2026. Selama beroperasi di Laut Arab, kapal ini menjadi ujung tombak serangan AS dalam konflik dengan Iran yang meletus sejak 28 Februari lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengonfirmasi bahwa kapal induk ini bersama dua kapal induk lainnya, yakni USS Gerald R. Ford di Laut Merah dan USS George H.W. Bush di Samudra Hindia, menghadirkan kekuatan terbesar di kawasan sejak invasi Irak tahun 2003.
Kapal sepanjang 333 meter ini membawa sekitar 90 pesawat tempur, termasuk skuadron siluman F-35C serta pesawat F/A-18E/F Super Hornet. Selain jet tempur, kapal ini juga dilengkapi pesawat perang elektronik EA-18G Growler, pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye, hingga helikopter multi-misi.
Di tengah misi penegakan blokade, kapal induk ini menghadapi sejumlah tantangan logistik. Kapal dilaporkan belum menerima pasokan logistik selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 18 Maret lalu.
Keluarga para awak kapal menyampaikan adanya kelangkaan pangan di atas kapal, meskipun Pentagon menyatakan laporan tersebut tidak benar.
Kehadiran USS Abraham Lincoln di Laut Arab menjadi bagian dari strategi Washington untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan. Iran sendiri sebelumnya menyatakan bahwa pencabutan blokade laut menjadi syarat mutlak sebelum negosiasi dapat dilanjutkan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri