Israel Bombardir Lebanon Selatan, Tujuh Warga Sipil Tewas

BEIRUT, LELEMUKU.COM – Pesawat tempur Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Minggu (26/4/2026), termasuk persimpangan Kafr Tebnit. Sedikitnya tujuh warga sipil tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan yang terjadi meskipun gencatan senjata tengah berlangsung.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat Israel menargetkan wilayah Upper Nabatieh, Kafr Tebnit, dan Burj Rahal. Serangan di persimpangan Kafr Tebnit dilaporkan menimbulkan sejumlah korban luka.

Serangan ini terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militer untuk melancarkan serangan kuat terhadap target-target Hizbullah di Lebanon. Perintah ini muncul setelah Israel melaporkan adanya peluncuran roket dan drone dari Lebanon ke wilayah utara Israel, yang menurut pihak Israel merupakan pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa dalam berbagai serangan pada hari itu, sedikitnya tujuh warga sipil tewas dan 24 lainnya terluka, termasuk tiga anak-anak. Serangan terpisah di Burj Rahal juga menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Sebelum serangan, juru bicara berbahasa Arab militer Israel, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi darurat. Warga di sejumlah wilayah, termasuk Kafr Tebnit, diminta menjauh setidaknya satu kilometer dari area yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Militer Israel menyatakan bahwa Hizbullah telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Akibat intensifikasi serangan dan ancaman yang terus berlanjut, gelombang pengungsian baru terjadi di Lebanon selatan. Warga yang baru saja kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata 17 April, kembali mengungsi dengan kendaraan menuju kota-kota di utara, seperti Sidon. Pemerintah Lebanon sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 1,1 juta warga telah mengungsi sejak konflik meletus pada 2 Maret lalu.

Serangan udara massal pada hari Minggu ini merupakan pelanggaran paling signifikan sejak gencatan senjata 17 April yang kemudian diperpanjang tiga minggu oleh Presiden AS Donald Trump. Meskipun demikian, Netanyahu memerintahkan serangan dengan dalih serangan balasan. Situasi di Lebanon selatan saat ini sangat mencekam dan memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan stabilitas kawasan. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya