Iran Gelar Parade Militer Tolak Konsesi dalam Perundingan dengan Amerika Serikat
TEHERAN, LELEMUKU.COM – Kepemimpinan militer dan keamanan Iran menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan peperangan melawan Amerika Serikat dan Israel di tengah penolakan keras terhadap segala bentuk konsesi besar dalam proses negosiasi, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah Iran mengorganisir berbagai aksi unjuk kekuatan di jalanan Teheran yang bertepatan dengan berakhirnya masa gencatan senjata dua minggu. Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memperpanjang masa gencatan senjata tersebut secara sepihak, Iran merespons dengan parade militer besar-besaran.
Dalam aksi di Alun-alun Enghelab, sebuah rudal balistik Khorramshahr-4 yang merupakan salah satu proyektil jarak terjauh milik Iran diarak di depan kerumunan massa. Sementara itu, di Alun-alun Vanak, pasukan bertopeng dengan senapan serbu bersiaga di atas peluncur rudal balistik Ghadr sambil meneriakkan slogan anti-Amerika.
Massa juga menyerukan dukungan kepada Kepala Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Majid Mousavi agar segera memerintahkan serangan rudal lebih lanjut terhadap Tel Aviv. Selain itu, iring-iringan kendaraan yang mengibarkan bendera kelompok sekutu Iran, termasuk Hizbullah dari Lebanon, turut memadati pemukiman warga pada malam hari.
Penyanyi religi Hossein Taheri yang tampil dalam kegiatan tersebut mempertanyakan tindakan Amerika Serikat yang dianggap telah melanggar kesepakatan. Ia menegaskan bahwa para pendukung pemerintah akan tetap berada di jalanan hingga mereka bisa menuntut balas atas prajurit yang terluka akibat serangan bom.
Media pemerintah juga merilis rekaman yang menunjukkan kesiapan warga sipil, termasuk perempuan, untuk terjun ke medan perang. Dalam upaya menunjukkan persatuan, otoritas setempat menyebarkan gambar senjata dan pesawat nirawak berwarna merah muda guna menegaskan dukungan kelompok perempuan terhadap kebijakan militer negara.
Televisi pemerintah Iran mengambil sikap garis keras dengan mengklaim bahwa mayoritas warga lebih memilih kembali berperang daripada memberikan konsesi besar dalam perundingan. Para analis di media tersebut menuduh Washington sengaja mengulur waktu negosiasi untuk menekan Iran melalui blokade laut di berbagai pelabuhan.
Sementara itu, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC merilis video hasil kecerdasan buatan yang menggambarkan rasa frustrasi pihak Amerika Serikat karena kegagalan dimulainya dialog di Pakistan. Hingga saat ini, ketegangan di kawasan tetap tinggi menyusul belum adanya titik temu dalam negosiasi diplomatik tersebut. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri