Hasan Nasbi Kembali ke Istana Jadi Penasihat Khusus Presiden
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dalam acara pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pelantikan ini menandai kembalinya Hasan ke lingkungan Kabinet Merah Putih setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).
Hasan Nasbi yang lahir di Bukittinggi pada 11 Oktober 1979 dikenal sebagai konsultan politik dengan pengalaman panjang di dunia media, riset, dan komunikasi politik. Kariernya dimulai sebagai jurnalis di Harian Kompas pada 2005 hingga 2006, kemudian menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia hingga 2008.
Setelah itu, ia mendirikan lembaga survei Cyrus Network yang kerap terlibat dalam perhitungan cepat berbagai pemilihan umum, termasuk Pilpres 2024. Pria kelahiran 11 Oktober 1979 itu meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2004.
Dalam perjalanan politiknya, Hasan pernah menjadi Koordinator Tim Relawan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2012 dan menjabat sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024. Setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Kepala PCO, Hasan sempat ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) sejak 11 September 2025.
Pelantikan Hasan Nasbi ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang diteken oleh Presiden RI pada 27 April 2026. Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan oleh Hasan Nasbi dituntun oleh Presiden Prabowo.
Usai menandatangani berita acara pelantikan, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan ucapan selamat kepada Hasan Nasbi beserta istri.
Acara pelantikan Hasan Nasbi digelar bersamaan dengan prosesi pelantikan lima pejabat negara lainnya, yaitu Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina, Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, jajaran menteri koordinator, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga akademisi Rocky Gerung.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan akan memperkuat sinergi komunikasi lintas lembaga pemerintahan.
"Untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, supaya pesan-pesan yang ingin disampaikan publik itu bisa lebih baik lagi. Bisa jauh lebih sampai dan bisa dipahami oleh masyarakat," ujar Hasan usai dilantik.
Ia menyebut sinergi akan dilakukan dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam pelaksanaan tugasnya, Hasan Nasbi menyatakan akan bekerja sama dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, beserta wakilnya.
"Sebagai pembantu presiden saya akan bekerja sama yang sangat erat dengan Abang Kabakom yang baru, Bang Qodari, mungkin juga nanti dengan Ibu Menkomdigi, dengan Wamenkomdigi," katanya.
Selain memperkuat komunikasi pemerintah, Hasan juga menyoroti perannya untuk meluruskan informasi-informasi atau berita-berita yang keliru terkait pemerintah dan kinerja pemerintah.
"Kita mungkin nanti membantu pemerintah dalam soal strategi, dalam soal yang sifatnya mungkin ke substansi," ujar Hasan Nasbi.
Meski menempati posisi strategis di bidang komunikasi, Hasan enggan disebut sebagai juru bicara presiden karena tugas tersebut sudah diemban oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Muhammad Qodari yang menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Namun, ia menyatakan kesiapan jika mendapat penugasan langsung dari Presiden.
"Kalau saya diperintahkan oleh presiden untuk maju lagi (jadi juru bicara) ya saya harus siap. Kalau memang harus menemui teman-teman media lagi ya saya siap," ujar Hasan Nasbi. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri