Gunung Lewotobi Laki Laki Waspada Aktivitas Vulkanik di Nusa Tenggara Timur

LARANTUKA, LELEMUKU.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas Gunungapi Lewotobi Laki-laki meningkat pada periode pengamatan Sabtu (4/4/2026) sehingga status aktivitas ditetapkan Level II Waspada dan masyarakat di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur diminta waspada.

Laporan pengamatan yang disusun oleh Bramantya Aji Putra Mahendra dan M. Nurjansyah Dwi Laksona mencatat kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut serta suhu antara 24 hingga 31.2 derajat Celsius. Visual pengamatan menunjukkan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi mencapai 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

PVMBG mencatat endapan lava ke arah barat-barat laut sejauh 3800 meter dari pusat erupsi dan ke arah timur laut sejauh 4340 meter dari pusat erupsi. Aktivitas kegempaan yang terekam meliputi tiga hembusan dengan amplitudo 2.2 hingga 7.4 mm, empat gempa vulkanik dalam, dua gempa tektonik lokal, enam tektonik jauh, serta sejumlah tremor non-harmonik dan gelombang frekuensi rendah yang menunjukkan dinamika magmatik dan pergerakan fluida di dalam sistem vulkanik.

Laporan menyatakan tidak ada keterangan tambahan lain atau kejadian luar biasa selain parameter yang tercatat di stasiun pengamatan. Berdasarkan data tersebut, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki," ujar Bramantya Aji Putra Mahendra dan M. Nurjansyah Dwi Laksona sebagai penyusun laporan.

Laporan juga mengingatkan potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

PVMBG meminta pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. Untuk informasi lebih lanjut, laporan merujuk kontak resmi PVMBG dan Pos Pengamatan serta sumber data KESDM, Badan Geologi, PVMBG. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya