Gubernur Papua Tengah Kutuk Keras Korban Sipil Anak dan Perempuan di Puncak
MULIA, LELEMUKU.COM – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan sikap keras pemerintah provinsi terhadap jatuhnya korban sipil, khususnya anak-anak dan perempuan, dalam insiden konflik bersenjata di Kabupaten Puncak dan perbatasan Puncak Jaya.
Usai mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire pada Jumat (17/4/2026) setelah mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Puncak Jaya, Gubernur Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley menyampaikan keprihatinannya.
“Jadi kita tetap mengutuk tindakan-tindakan yang tidak presisi, yang di mana anak-anak kecil, perempuan kena, itu kita kutuk keras. Jadi langkah-langkah lain yang mereka sedang lakukan itu silakan saja, tetapi anak kecil dan perempuan tidak boleh korban,” tegas Meki Nawipa di hadapan awak media.
Gubernur menjelaskan telah melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Menteri Dalam Negeri untuk mencari solusi terbaik di lapangan.
“Saya sudah komunikasi dengan Menko Polhukam, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi. Kita mencari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita lakukan itu sambil satu dua hari ini akan ada tim terpadu,” katanya.
Meki Nawipa menekankan pentingnya profesionalisme dan diplomasi humanis agar situasi tidak menimbulkan dampak emosional yang mendalam bagi keluarga korban.
“Kita mengedepankan bagaimana humanis, diplomasi humanis. Ini yang akan diperjuangkan oleh kami di provinsi,” ucapnya.
Terkait penanganan di lapangan, status tanggap darurat telah ditetapkan melalui kolaborasi antara Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menyalurkan bantuan logistik, termasuk tenda dan kebutuhan lainnya, untuk meringankan beban masyarakat.
“Status tanggap darurat dibuat oleh Puncak dengan Puncak Jaya, gabungan. Ini terjadi di Kabupaten Puncak tapi perbatasan langsung dengan Puncak Jaya. Jadi mereka buat, setelah itu kita akan bantu tenda. Pemda Puncak Jaya sudah lakukan itu tapi masih kurang jadi kita akan bantu semua hal untuk bagaimana meringankan beban ini,” lanjutnya.
Dalam kunjungannya ke Mulia, Gubernur melihat langsung kondisi korban luka, termasuk anak kecil dan pemuda. Satu korban telah dievakuasi ke Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.
“Tadi itu kami di Puncak Jaya, sudah kunjungi ada masyarakat yang kena musibah. Jadi ada anak kecil ada empat ya, empat. Terus satu bapak, pemuda, satu sudah kita terbangkan ke Jayapura. Jadi kita datang memberikan penguatan bahwa Pemda Provinsi akan membiayai seluruh biaya kesehatan. Jadi mereka tidak sendiri, kita akan membiayai sampai sembuh,” ungkap Meki.
Gubernur juga menaruh perhatian khusus pada anak-anak yang kehilangan orang tua. Pemerintah provinsi berkomitmen menjamin pendidikan mereka sebagai tanggung jawab jangka panjang.
“Bahkan ada anak kecil yang ada di situ, bapaknya juga sudah meninggal di kejadian berapa hari lalu itu. Jadi mungkin Pemda Provinsi akan berpikir untuk sekolahkan dia, anak ini, supaya mereka bisa dapat pendidikan yang layak dan suatu saat mereka bisa pulang dan membangun negeri,” tambahnya.
Proses identifikasi korban masih berlangsung di beberapa titik. Satu kampung telah dinyatakan kondusif, namun dua wilayah lain masih memerlukan pengecekan lebih lanjut oleh tim gabungan dan PMI.
“Jadi situasinya seperti begitu. Masyarakat di sana kita sudah komunikasi, sudah dialog dengan masyarakat. Terus kita akan komunikasi dengan beberapa level tingkatan sehingga ada satu kampung sudah clear, tapi ada dua kampung lagi yang perlu pengecekan kira-kira ada berapa korban lagi,” pungkas Meki Nawipa.
Gubernur berdoa agar tim di lapangan bekerja secara profesional demi penanganan yang tepat. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
