Donald Trump Sebut Pidato Raja Charles Tak Ubah Pendiriannya soal NATO
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pidato Raja Charles III di hadapan Kongres AS tidak sedikit pun mengubah pandangannya yang kritis terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan bantuan untuk Ukraina. Seraya menyebut sang raja sebagai sosok yang "luar biasa", Trump tetap bersikukuh bahwa sekutu-sekutu Eropa belum memberikan kontribusi sepadan dalam konflik terbaru melawan Iran dan Ukraina.
Menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih, Rabu (29/4/2026), Trump mengaku pendiriannya tetap tegak lurus setelah mendengar pidato Raja Charles. "Pemikiran saya sudah tepat," ujar Trump sebagaimana disiarkan C-SPAN. "Saya pikir (pidatonya) fantastis. Saya menyaksikannya. Beliau adalah sosok yang luar biasa. Namun, menurut saya, saya rasa tidak ada yang berubah."
Seperti diketahui, Raja Charles III dalam pidato bersejarahnya di depan Kongres AS mengangkat pentingnya aliansi transatlantik serta mendesak dukungan berkelanjutan bagi Ukraina yang saat ini masih berperang melawan Rusia. Pidato tersebut dinilai sebagai bentuk kritik halus terhadap kebijakan Trump yang selama ini meremehkan NATO dan enggan memberikan bantuan jangka panjang ke Ukraina.
Meski mengaku tak goyah, Trump tetap menyampaikan pujian terhadap Raja Charles. "Beliau adalah sosok yang fantastis, saya harus katakan itu," ujarnya dalam jumpa pers yang sama. Namun, Trump kemudian menyindir sekutu-sekutu Eropa yang dinilai tidak menunjukkan solidaritas penuh ketika AS dan Israel berperang melawan Iran. Alih-alih memberikan bantuan militer, negara-negara Eropa malah bersikap ragu dan memilih jarak aman dari konflik yang pecah di Timur Tengah tersebut.
"Saya dulu menguji mereka (Eropa). Saya bilang, 'kalian harus membayar, kalian harus ikut andil. Jika kita diserang, apakah kalian akan membela kita?' dan mereka tidak menjawab," kenang Trump mengeluhkan situasi di NATO yang sudah berlangsung lama. Baginya, ketiadaan dukungan Eropa dalam uji coba terkait Ukraina dan Iran tersebut membuktikan bahwa selama ini AS menanggung beban yang sangat tidak adil.
Meski demikian, Trump tetap mengakui Raja Charles III sebagai sosok yang luar biasa dalam upaya diplomasi dan perdamaian. "Jika itu terserah dia (Raja Charles), dia mungkin akan membantu kita melawan Iran," kata Trump menambahkan, seolah membandingkan antara sikap raja yang dipuji dengan pemerintahan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dinilai terlalu "lunak" menghadapi ancaman Iran.
Bagian menarik lainnya dari kunjungan kenegaraan ini adalah momen kebersamaan di jamuan makan malam. Saat bersulang, Trump dengan bercanda menyebut Raja Charles sebagai "orang hebat" dan mengklaim bahwa sang raja sangat setuju untuk mencegah senjata nuklir Iran sehingga sikap mantan aktivis lingkungan itu dianggap "lebih mendukung daripada yang saya lakukan".
Meski secara diplomatis kedua negara kembali menekankan pentingnya hubungan khusus, perbedaan pandangan mendasar antara Gedung Putih dan sekutu di Eropa masih tetap terbuka lebar. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri