Dan Bilzerian Maju Caleg AS, Kampanye Anti Yahudi dan Serukan Bunuh Warga Israel

Dan Bilzerian Maju Caleg AS, Kampanye Anti Yahudi dan Serukan Bunuh Warga Israel

MIAMI, LELEMUKU.COM – Mantan "Raja Instagram" dan pengusaha kontroversial Dan Bilzerian (45), resmi mencalonkan diri sebagai anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik untuk mewakili Distrik ke-6 Florida, yang meliputi wilayah Palm Coast hingga Daytona Beach. 

Pria yang dikenal dengan gaya hidup mewah serta unggahan foto bersama wanita-wanita berbikini itu mengajukan pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) pada awal April 2026, dan langsung memicu gelombang kecaman karena pernyataan anti-Yahudi serta ujaran kebencian yang ia sebarkan selama ini.

Bilzerian, yang memiliki hampir 30 juta pengikut di Instagram dan dua juta di X/Twitter, mengumumkan niatnya untuk menyingkirkan petahana dari Partai Republik, Randy Fine, yang beragama Yahudi. 

Dalam sebuah unggahan di X pada 25 Maret 2026, ia menulis dengan kasar, "Saya akan melawan @RepFine yang gendut dan brengsek untuk Kongres". 

Fine sendiri sebelumnya mengaku tidak mengenal sosok Bilzerian, namun para pengamat politik menilai pencalonan ini akan menjadi ujian bagi faksi anti-Israel dan anti-Yahudi yang mulai muncul di tubuh Partai Republik.

Bilzerian menjalankan kampanye dengan slogan resmi "AMERICA FIRST. NO MORE LIES. NO MORE CORRUPTION. NO MORE JEWISH SUPREMACY" (America Pertama. Tidak Ada Lagi Kebohongan. Tidak Ada Lagi Korupsi. Tidak Ada Lagi Superioritas Yahudi), yang dengan tegas mengusung tema "mengakhiri supremasi Yahudi". 

Dalam wawancara dengan TMZ, ia menyatakan Fine yang pro-Israel harus diadili karena dianggap mengkhianati Amerika Serikat.

"Saya akan merancang undang-undang untuk mengadili siapa pun yang menempatkan Israel di atas Amerika," ancam Bilzerian di media sosial. Pernyataan ini semakin keras seiring kritiknya terhadap Presiden Donald Trump yang dijulukinya sebagai "Israel first", serta seruannya untuk memberlakukan Amandemen ke-25 UUD AS guna memakzulkan Trump dari kursi kepresidenan.

Deretan Ujaran Kebencian dan Penyangkalan

Rekam jejak Bilzerian dipenuhi dengan berbagai ujaran kebencian yang mengejutkan. Ia secara terang-terangan menyebut Yudaisme sebagai agama yang "mengerikan" dan menyatakan keinginannya untuk "membunuh warga Israel". Dalam wawancara TMZ yang viral, Bilzerian dengan keras kepala membantah tuduhan antisemitisme dan mengklaim istilah tersebut "hanya dibuat-buat".

Saat jurnalis bertanya apakah Adolf Hitler adalah seorang antisemite, Bilzerian mangkir dengan berkilah bahwa "semua orang Arab adalah Semit sejati". 

Ia juga mempertanyakan fakta sejarah Holocaust yang menewaskan enam juta jiwa Yahudi dengan meragukan akurasi angka tersebut dan menyebut sebelum perang Nazi "Jerman berkembang pesat".

Tak hanya itu, ia juga kerap mengunggah teori konspirasi bahwa orang Yahudi berada di balik serangan 11 September 2001 dan pembunuhan Presiden John F. Kennedy, serta kerap membagikan ulang kontak pembawa acara sayap kanan Nick Fuentes yang merupakan seorang antisemite terbuka.

Sejumlah pihak memberikan respons keras. Mantan petarung UFC Natan Levy yang beragama Yahudi menantang Bilzerian untuk bertarung di atas ring. "Dia tidak akan bertahan meski sedetik pun bersamaku. Dia pembual besar. Lebih baik dia mundur dari pencalonan dan mati saja daripada menyebarkan kebencian," tantang Levy.

Namun di sisi lain, Bilzerian justru mendapat dukungan dari tokoh media sosial garis keras lainnya. Streamer kontroversial "Sneako" dan mantan petarung UFC Jake Shields secara terbuka mendukung pencalonannya, dengan Shields bahkan menulis, "Saya mendukung Dan Bilzerian untuk Kongres".

Sementara itu, Komite Yahudi Amerika (AJC) dan organisasi anti-pencemaran nama baik (ADL) telah mengecam keras pencalonan Bilzerian, menyebutnya sebagai bahaya nyata yang menormalisasi ujaran kebencian di panggung politik AS.

Pernyataan Kontradiktif: Saya Tidak Ingin di Kongres

Dalam sebuah wawancara yang aneh dengan TMZ, Bilzerian mengakui bahwa ia sebenarnya tidak ingin menjadi anggota Kongres dan hanya mencalonkan diri karena "benci dengan pekerjaan para pejabat terpilih saat ini". 

Ia bahkan tidak gentar dengan status Fine yang meraih dukungan penuh dari mantan Presiden Donald Trump, di mana Trump pernah memenangkan distrik tersebut dengan selisih 30 persen suara pada tahun 2024. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya