Biopic Michael Jackson Bikin Rekor Box Office meski Dihujat Kritikus

Biopic Michael Jackson Bikin Rekor Box Office meski Dihujat Kritikus

NEW YORK, LELEMUKU.COM – Biopic resmi pertama tentang "Raja Pop" Michael Jackson yang diberi judul sederhana "Michael" sukses mencetak rekor box office terbesar sepanjang masa untuk film biopic di akhir pekan pembukaannya, meskipun menuai kritik pedas dari para kritikus film. 

Film garapan sutradara Antoine Fuqua yang dibintangi keponakan Jackson, Jaafar Jackson, meraup pendapatan fantastis mencapai 217 juta dolar AS (sekitar Rp3,5 triliun) secara global hanya dalam lima hari sejak dirilis pada 23 April 2026.

Film yang didistribusikan oleh Lionsgate untuk wilayah domestik AS dan Universal untuk internasional tersebut mengumpulkan 97 juta dolar AS (sekitar Rp1,57 triliun) dari 3.955 layar di AS dan Kanada, ditambah 120,36 juta dolar AS (sekitar Rp1,95 triliun) dari 82 negara di seluruh dunia. 

Capaian ini melampaui perkiraan awal studio yang hanya sekitar 70 juta dolar AS, sekaligus menggeser "Straight Outta Compton" (60 juta dolar AS) sebagai pemegang rekor debut biopic musik terlaris sebelumnya.

Meski sukses secara komersial, "Michael" justru dihujani kritik negatif. Situs agregator ulasan Rotten Tomatoes mencatat skor Tomatometer dari para kritikus hanya 38 persen, dengan banyak kritikus menyebut film ini dangkal dan menghindari aspek kontroversial dalam kehidupan Michael Jackson. 

The BBC melabeli film ini sebagai "film TV siang hari yang hambar" dan berkualitas pas-pasan. Variety menyebut "the thrill is gone", sementara kritikus lainnya menyoroti penghilangan total adegan yang berkaitan dengan tuduhan pelecehan seksual yang sempat menjerat Jackson. 

Salah satu polemik terbesar adalah keputusan sutradara untuk mengakhiri alur cerita film pada tahun 1988, saat Jackson berada di puncak ketenarannya sebelum tuduhan pelecehan anak mencuat. 

Tuduhan yang menyebabkan Jackson menjalani persidangan dan dinyatakan tidak bersalah pada 2005 serta kematiannya pada 2009 sama sekali tidak ditampilkan. Kebijakan ini bukan tanpa alasan. 

Produksi film terpaksa melakukan syuting ulang massal senilai 50 juta dolar AS setelah aktor pengacara Jordan Chandler melarang penyebutan namanya dalam film berdasarkan klausul dalam perjanjian penyelesaian kasus tahun 1994.

Alih-alih gagal, perbedaan pendapat antara kritikus dan penonton justru menciptakan fenomena menarik. Jika skor kritikus anjlok, skor audiens (Popcornmeter) di Rotten Tomatoes melambung hingga 97 persen. Penonton juga memberikan nilai "A-" CinemaScore. 

Ketua Lionsgate Motion Picture Group, Adam Fogelson, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa penonton tetap hadir jika studio memberikan apa yang mereka inginkan. "Ini merupakan cerminan besarnya rasa cinta dan antusiasme dari para penonton film di seluruh dunia," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Meskipun didukung penuh oleh pihak pendukung Jackson, termasuk dua putranya Prince dan Bigi yang hadir di pemutaran perdana, film ini juga memicu perpecahan dalam keluarga Jackson. Putri Jackson, Paris Jackson, dan adiknya Janet Jackson disebut-sebut memboikot pemutaran perdana karena tidak setuju dengan penggambaran kehidupan ayahnya. Beberapa anggota keluarga juga mengkritik karena tidak dilibatkan dalam proses produksi. 

Humane World for Animals turut mengkritik film tersebut karena menampilkan simpanse ikonik Jackson, Bubbles, sebagai hewan peliharaan jinak yang dapat dipelihara. Organisasi ini memperingatkan bahwa penggambaran tersebut berbahaya karena dapat memicu permintaan hewan eksotis di kalangan penggemar, mengingat simpanse sejatinya memiliki kebutuhan fisik dan sosial rumit yang tidak bisa dipenuhi di lingkungan rumah pribadi.

Juru bicara Lionsgate mengkonfirmasi bahwa studio sedang mempertimbangkan untuk membuat sekuel mengingat kesuksesan box office yang luar biasa ini. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya