Abbas Araghchi Bantah Ada Negosiasi antara Iran dengan AS di Pakistan

ISLAMABAD, LELEMUKU.COM – Iran dengan tegas membantah bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi akan menggelar perundingan dengan Amerika Serikat selama kunjungannya ke Pakistan pada akhir pekan ini. Media resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber yang menyatakan tidak ada agenda negosiasi dengan Amerika.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya menyatakan bahwa kabar yang beredar di media AS dan sejumlah outlet internasional mengenai adanya pembicaraan langsung antara Araghchi dengan utusan AS merupakan "cerita yang direkayasa" (fabricated stories). Pihak Iran menegaskan bahwa Araghchi hanya akan melakukan konsultasi bilateral dengan pejabat Pakistan serta membahas perkembangan regional.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan bahwa utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden sekaligus penasihat Jared Kushner akan terbang ke Islamabad pada Sabtu pagi untuk berdialog dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Namun pada Jumat (24/4/2026), Araghchi menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa tujuan kunjungannya ke Islamabad, Muskat, dan Moskow adalah untuk "mengoordinasikan secara erat dengan mitra kami mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi mengenai perkembangan regional", tanpa menyebut kemungkinan pembicaraan damai dengan AS

Sumber-sumber diplomatik yang dikutip media India The Statesman juga mengindikasikan tidak akan ada interaksi langsung antara Tehran dan Washington selama kunjungan ini. Laporan yang mengutip pejabat Amerika dan Iran menyatakan delegasi Iran tidak diharapkan berbicara dengan perwakilan AS. Iran juga masih belum membuat keputusan akhir untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan berikutnya yang difasilitasi Pakistan, dengan tuduhan bahwa AS mengirimkan pesan kontradiktif dan melakukan tindakan yang tidak dapat diterima.

Iran bersikeras bahwa setiap keterlibatan dengan Washington tetap bergantung pada pemenuhan gencatan senjata di Lebanon oleh AS. Selama serangan terhadap Lebanon masih berlangsung, negosiasi dianggap tertunda. Teheran telah berulang kali menyangkal adanya delegasi negosiator yang tiba di Islamabad, bahkan sebelumnya menolak laporan The Wall Street Journal tentang kedatangan tim Iran. Seorang sumber yang dikutip Tasnim menyatakan kabar tentang tim negosiator Iran yang tiba di Islamabad untuk bernegosiasi dengan Amerika "benar-benar palsu" (completely false)

Menteri Luar Negeri Araghchi juga pernah menyebut bahwa laporan media AS yang mengklaim Iran menolak pembicaraan damai di Islamabad merupakan misrepresentasi posisi negaranya. Iran menyatakan "tidak pernah menolak untuk pergi ke Islamabad" dan berterima kasih kepada Pakistan atas upaya perdamaiannya, namun menekankan bahwa mereka tidak akan menerima tuntutan berlebihan dari pihak AS.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pakistan mengenai format atau jadwal pasti pertemuan yang melibatkan utusan AS dan Iran. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya