Pasukan NATO Tarik Diri dari Pangkalan di Irak di Tengah Ketegangan di Timur Tengah yang Meningkat

Pasukan NATO Tarik Diri dari Pangkalan di Irak di Tengah Ketegangan di Timur Tengah yang Meningkat

BAGHDAD, LELEMUKU.COM – Laporan beredar bahwa pasukan NATO dari beberapa negara anggota mulai menarik diri dari sejumlah pangkalan militer di Irak, Jumat (21/3/2026), di tengah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.

Informasi awal yang beredar di media sosial dan beberapa kanal berita regional menyebutkan bahwa penarikan ini melibatkan personel dari setidaknya tiga negara anggota NATO yang selama ini menempatkan pasukan di Irak dalam kerangka misi pelatihan dan penasehatan keamanan pasca-ISIS. Pangkalan-pangkalan yang disebut-sebut termasuk Union III di Baghdad, Al Asad di Provinsi Anbar, dan Erbil di wilayah Kurdistan Irak.

Penarikan ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko keamanan bagi pasukan asing menyusul serangkaian serangan rudal dan drone terhadap pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan koalisi internasional dalam beberapa pekan terakhir, serta ancaman balasan dari kelompok-kelompok proksi yang didukung Iran.

Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi dari NATO, pemerintah Irak, maupun kedutaan negara-negara anggota terkait skala, jadwal, atau alasan pasti penarikan tersebut. Kementerian Pertahanan Irak dan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga belum memberikan pernyataan.

Laporan yang sama juga menyebutkan adanya pergerakan serupa di Suriah, namun informasi tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari sumber terpercaya. Klaim mengenai intervensi langsung Rusia dan Tiongkok di kedua negara tersebut juga belum dapat diverifikasi dan masih bersifat spekulatif.

Situasi kawasan Timur Tengah memang sedang berada pada titik kritis setelah serangkaian insiden militer lintas batas, termasuk serangan AS terhadap target di Iran, klaim IRGC menembak jatuh jet F-16 Israel, serta temuan kapal tanpa awak AEGIR-W AS di perairan Turki. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih luas yang melibatkan aktor regional dan internasional.

Pemerintah Irak sebelumnya telah berulang kali menyatakan keinginan untuk mengurangi kehadiran pasukan asing secara bertahap, dengan alasan kedaulatan nasional dan peningkatan kapasitas pasukan keamanan dalam negeri. Namun, penarikan mendadak di tengah situasi keamanan yang tidak stabil dapat memicu kekosongan kekuatan dan potensi instabilitas lebih lanjut. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya