Korban Tewas Akibat Serangan Balasan Israel di Lebanon Meningkat Jadi 294 Orang, Lebih dari 1.000 Terluka
BEIRUT, LELEMUKU.COM - Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan balasan Israel di wilayah Lebanon telah meningkat menjadi 294 orang, sementara lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Data terbaru ini dirilis pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, di tengah eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Serangan Israel yang dimaksud merupakan respons terhadap serangan rudal dan drone besar-besaran dari Iran serta kelompok proksinya, termasuk Hezbollah, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, korban terbanyak berasal dari wilayah selatan Lebanon, Beirut selatan, dan Lembah Bekaa, di mana Hezbollah memiliki basis kuat.
Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, meskipun pihak Israel menyatakan bahwa target utama adalah infrastruktur militer Hezbollah, gudang senjata, pusat komando, dan jalur pasokan yang digunakan untuk mengirimkan senjata dari Iran.
Serangan udara Israel dilaporkan menyasar puluhan lokasi sejak Kamis malam hingga Sabtu pagi, termasuk penggunaan bom berpemandu presisi dan rudal balistik jarak jauh.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa rumah sakit di Beirut dan Tyre kewalahan menangani korban luka, dengan banyak pasien mengalami luka bakar parah, cedera akibat serpihan, dan trauma ledakan. Tim medis darurat dari Palang Merah Lebanon dan organisasi internasional terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang hancur.
Perdana Menteri Lebanon mengecam serangan tersebut sebagai “agresi brutal terhadap kedaulatan negara” dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadakan sidang darurat. Sementara itu, Hezbollah melalui pernyataan resmi menyatakan akan membalas “dengan cara yang lebih keras” dan menegaskan bahwa “darah para syuhada tidak akan sia-sia”.
Situasi di perbatasan Israel-Lebanon semakin tegang, dengan pertukaran tembakan artileri dan serangan drone kecil terus berlangsung. Ribuan warga sipil di kedua belah pihak telah mengungsi, dan PBB melaporkan potensi krisis kemanusiaan jika konflik tidak segera diredam. (kie)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri