Kapal-kapal di Teluk Persia Nyatakan Diri sebagai Kapal China untuk Hindari Serangan
TEHERAN, LELEMUKU.COM - Beberapa kapal komersial yang beroperasi di Teluk Persia dilaporkan sengaja menampilkan identitas palsu sebagai kapal China untuk menghindari potensi serangan atau pemeriksaan oleh kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Menurut postingan yang diunggah akun Iran Today di platform X pada 7 Maret 2026, sejumlah kapal tanker dan kargo mengubah nama dan bendera yang ditampilkan di sistem AIS (Automatic Identification System) menjadi milik perusahaan China atau mengibarkan bendera Republik Rakyat China.
Langkah ini diyakini dilakukan karena persepsi bahwa kapal-kapal berbendera China mendapat perlindungan lebih besar di perairan Teluk Persia dan Laut Oman akibat hubungan dekat antara Iran dan Tiongkok.
Wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz memang menjadi salah satu jalur maritim paling rawan di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan terhadap kapal tanker, penyitaan oleh IRGC (Garda Revolusi Iran), serta ancaman dari kelompok-kelompok proksi telah membuat banyak perusahaan pelayaran internasional meningkatkan biaya asuransi dan mengambil langkah pengamanan ekstra.
Beberapa analis maritim menilai tindakan mengubah identitas AIS ini sebagai bentuk “flag spoofing” yang semakin umum digunakan di kawasan konflik untuk mengurangi risiko. Namun praktik ini melanggar aturan internasional tentang keselamatan maritim dan dapat menimbulkan masalah hukum jika terdeteksi oleh otoritas pelabuhan atau angkatan laut negara lain.
Pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini. Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Teheran juga belum merespons pertanyaan mengenai apakah Beijing mengetahui atau menyetujui penggunaan identitas palsu tersebut oleh kapal-kapal komersial.
Situasi keamanan maritim di Teluk Persia tetap tegang sejak eskalasi konflik di kawasan pada 2024–2025. Banyak perusahaan pelayaran besar masih menerapkan rute alternatif melalui Tanjung Harapan atau menghindari perairan dekat Yaman dan Selat Hormuz kecuali untuk kapal yang mendapat pengawalan militer. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri