Gedung Tinggi di Bahrain Dihantam Drone Iran, Konflik Meluas ke Target Non-Militer

Gedung Tinggi di Bahrain  Dihantam Drone Iran, Konflik Meluas ke Target Non-Militer

MANAMA, LELEMUKU.COM - Pada malam tanggal 28 Februari 2026, beberapa gedung tinggi sipil di Bahrain dilaporkan terkena serangan drone Iran. Hal ini menjadi penanda meningkatnya eskalasi serius di mana konflik mulai meninggalkan batas target militer murni dan mengancam warga sipil secara langsung.

Menurut laporan dari berbagai sumber termasuk warga setempat dan media regional, drone Iran menghantam sebuah gedung apartemen tinggi di kawasan dekat pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, tepatnya di sekitar area Juffair yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. 

Gedung tersebut diketahui digunakan sebagian oleh personel militer Amerika Serikat, tetapi sebagian besar penghuninya adalah warga sipil Bahrain dan ekspatriat yang tinggal di apartemen tersebut.

Warga di gedung-gedung sekitar melaporkan ledakan keras, asap tebal, dan kepanikan massal. Beberapa saksi mata menggambarkan bahwa penduduk apartemen yang hanya berusaha melewati malam dengan tenang kini berada tepat di garis tembak. 

Bahrain menjadi salah satu wilayah yang paling sering terkena serangan balasan Iran malam ini dibandingkan negara lain di kawasan Teluk, dengan serangan drone dan rudal yang terus berlanjut meskipun sistem pertahanan udara koalisi berhasil mencegat sebagian besar ancaman.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan Iran terhadap operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang wilayah Iran sebelumnya. 

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim bahwa target utama adalah instalasi militer Amerika Serikat, termasuk pangkalan Armada Kelima di Bahrain. Namun, dampak ke gedung sipil menunjukkan bahwa presisi serangan tidak selalu terjaga, atau bahwa drone-dronenya sengaja dilepaskan dalam jumlah besar untuk mengatasi pertahanan udara.

Pemerintah Bahrain mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keselamatan warga sipil. 

Otoritas setempat menyatakan bahwa tim penyelamat sedang bekerja di lokasi untuk mengevakuasi penghuni gedung yang terdampak dan memeriksa kemungkinan korban jiwa atau luka-luka. Hingga saat ini belum ada angka korban resmi yang dirilis, tetapi laporan awal menyebutkan adanya korban luka akibat puing dan gelombang kejut ledakan.

Situasi di Manama tetap sangat tegang, dengan sirene darurat berbunyi di beberapa kawasan dan warga diminta tetap di dalam rumah serta menjauh dari jendela dan gedung tinggi. Ruang udara Bahrain juga ditutup, dan lalu lintas udara komersial di kawasan Teluk terus terganggu parah.(evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya