Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri Klarifikasi Kronologi Kematian Pasien Martina Biri

Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri Klarifikasi Kronologi Kematian Pasien Martina Biri

SENTANI, LELEMUKU.COM - Direktur RSUD Yowari Maryen Braweri memberikan klarifikasi resmi terkait kematian pasien Martina Biri yang menjadi viral pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Maryen menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterima dan rekaman CCTV rumah sakit.

Menurut Maryen, pasien Martina Biri memang pernah datang beberapa kali sebelumnya dengan keluhan sesak napas. Pada Februari 2026, tepatnya sekitar tanggal 13 atau 14, pasien datang dan ditangani dengan pengobatan pengasapan (nebulizer), kemudian diberi obat dan dianjurkan pulang untuk kontrol ke poli jika keluhan berlanjut.

Pada hari kejadian, Minggu 8 Maret 2026, pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIT dengan menggunakan kursi roda, mengenakan jaket dan tutup kepala. Petugas mantri langsung meminta pemeriksaan darah. Setelah pemeriksaan darah selesai dan administrasi ditangani, pasien dibawa ke dokter. Saat itu ditemukan pasien sudah henti napas.

Secara medis, tim dokter segera melakukan tindakan. Dari rekaman CCTV, sekitar pukul 19.00 lewat, dokter memasang oksigen dan melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) setelah henti napas terdeteksi. Upaya penyelamatan tersebut akan menjadi bagian dari audit klinis yang dilakukan rumah sakit.

Maryen menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan audit klinis secara menyeluruh untuk mengevaluasi apakah ada kelalaian atau penanganan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia juga akan melaporkan hasilnya kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bupati, dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura.

Terkait persepsi masyarakat bahwa rumah sakit melakukan pilih-pilih pasien atau pelayanan tidak maksimal, Maryen menerima semua masukan dan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi tegas. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti secara serius untuk memperbaiki pelayanan di RSUD Yowari.

Maryen juga membuka kemungkinan mediasi dengan keluarga korban, jika diperlukan dengan melibatkan Bupati, agar semua pihak bisa berdiskusi secara terbuka mengenai kejadian ini. Hingga saat ini, proses audit internal sedang berlangsung dan rumah sakit berkomitmen untuk transparansi dalam menangani kasus ini.(Albert)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya