Wisata Kuliner Aceh, Dari Mie Razali hingga Sate Matang yang Mendunia

Wisata Kuliner Aceh, Dari Mie Razali hingga Sate Matang yang Mendunia

BANDA ACEH, LELEMUKU.COM - Aceh tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan sejarah Islam yang kaya, namun juga memiliki wisata kuliner yang sangat beragam dengan cita rasa khas rempah-rempah yang kuat. Dari Mie Aceh yang sudah mendunia hingga Sate Matang khas Bireuen, kuliner Aceh menawarkan pengalaman rasa yang unik dan berbeda dari daerah lain di Indonesia.

Mie Aceh Razali yang sudah berdiri sejak 1967 menjadi ikon kuliner paling terkenal dan wajib dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Tempat makan legendaris ini menawarkan mie kuning tebal dengan bumbu kari kaya rempah yang bisa disajikan dalam tiga pilihan yaitu digoreng, tumis, atau berkuah. Topping yang tersedia sangat beragam mulai dari daging sapi, kambing, seafood seperti udang dan cumi, hingga kepiting yang segar.

Rasa mie di Mie Razali sangat khas dengan bumbu rahasia yang diwariskan turun-temurun sehingga berbeda dari mie Aceh di tempat lain. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah berkunjung dan mencicipi Mie Razali saat kunjungan kerja ke Aceh, membuat tempat makan ini semakin populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Rumah Makan Hasan yang sudah berdiri sejak 1989 merupakan tempat legendaris untuk menikmati berbagai sajian kuliner khas Aceh dengan rasa autentik. Menu paling terkenal di rumah makan ini adalah Ayam Tangkap, yaitu ayam goreng yang dibumbui dengan aneka rempah dan digoreng bersama daun pandan serta daun kari hingga garing dan aromatik.

Selain Ayam Tangkap, Sie Kameng atau daging kambing yang dimasak dengan bumbu khas Aceh juga menjadi favorit pengunjung. Kuah Pliek U yang terbuat dari campuran berbagai sayuran dengan kelapa sangrai tumbuk dan bumbu rempah juga wajib dicoba karena rasanya yang unik dan sedikit asam sangat cocok disantap bersama nasi hangat.

Sate Matang yang berasal dari Kota Matang Glumpang Dua di Bireuen menjadi kuliner khas yang sangat terkenal hingga ke seluruh Indonesia. Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Matang berbahan utama daging sapi atau kambing cincang halus dengan saus kacang yang lebih encer berkat tambahan kaldu gurih. Bumbu rempah yang meresap sempurna karena direndam sebelum dibakar membuat rasanya sangat istimewa.

Warung Sate Matang D'Wan di Banda Aceh menjadi tempat favorit untuk menikmati Sate Matang dengan kuah kaldu yang gurih. Satu porsi biasa berisi 8 hingga 10 tusuk dengan harga terjangkau sekitar Rp25.000 dan warung ini buka dari sore hingga tengah malam sehingga bisa dinikmati kapan saja.

Sie Reuboh atau rendang Aceh merupakan daging sapi yang direbus dalam cuka dan rempah-rempah seperti lengkuas dan bawang putih. Rasanya yang asam, gurih, dan sedikit pedas menciptakan sensasi unik yang sangat berbeda dari rendang Padang. Cuka enau khas Aceh menjadi bumbu rahasia yang membuat Sie Reuboh memiliki cita rasa khas yang tidak ditemukan di tempat lain.

Kuah Beulangong merupakan gulai daging sapi atau kambing yang dimasak dalam kuali besar bersama potongan nangka muda dan campuran bumbu khas Aceh yang pekat. Hidangan tradisional yang sangat populer terutama pada acara kenduri atau perayaan besar ini dimasak secara gotong royong dan memakan waktu berjam-jam menghasilkan kuah kental penuh cita rasa rempah yang meresap sempurna ke dalam daging.

Rujak Aceh atau Rujak Kweni memiliki bentuk lebih cair dibanding rujak daerah lain dengan ukuran potongan buah yang lebih besar. Bumbu rujaknya lebih kental dengan warna sedikit cerah dan isian buah yang beragam seperti timun, bengkuang, mangga, jambu air, nanas, dan kadang ditambah buah salak untuk tekstur renyah. Harga yang sangat murah sekitar Rp10.000 per porsi membuat rujak ini cocok menjadi pembuka petualangan kuliner di Aceh.

Kue Seupet merupakan camilan khas Banda Aceh dengan bentuk panjang dan tipis menyerupai rokok kretek. Teksturnya renyah dan mudah patah mirip kue semprong dengan rasa manis legit dan aroma khas tepung serta mentega. Kue ini mudah ditemukan di berbagai toko kue dan pusat oleh-oleh dengan harga terjangkau sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000 per 250 gram.

Keumamah adalah hidangan tradisional terbuat dari ikan tongkol asap yang dimasak dengan bumbu rempah khas Aceh. Keunikan Keumamah terletak pada penggunaan kayu asam sebagai bahan bakar untuk mengasapi ikan tongkol yang memberikan aroma dan rasa smoky yang khas. Hidangan ini banyak tersedia di rumah makan dan warung di Banda Aceh.

Sop Sumsum khas Kota Langsa merupakan kuliner yang sangat terkenal hingga menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia. Hidangan berupa sop tulang daging sapi yang berisi sumsum di dalam tulang yang sudah dipotong sehingga bisa dinikmati menggunakan sedotan atau dituang langsung ke piring. Sop disajikan panas dengan potongan daging sapi yang diracik sangat gurih dan lezat dengan bumbu khas Aceh.

Wisata kuliner di Aceh tidak hanya tentang rasa tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam. Setiap hidangan memiliki cerita dan filosofi tersendiri yang mencerminkan pengaruh budaya Arab, India, dan Melayu yang menyatu selama berabad-abad. Penggunaan rempah-rempah yang melimpah dan beragam seperti adas, kapulaga, kayu manis, cengkih, jintan, dan ketumbar memberikan cita rasa kompleks yang khas.

Pasar Peunayong di Banda Aceh menjadi pusat kuliner legendaris tempat wisatawan bisa menemukan berbagai jenis makanan khas Aceh dari pagi hingga malam. Suasana lokal yang autentik dengan interaksi langsung dengan pedagang membuat pengalaman wisata kuliner semakin berkesan.

Dengan ratusan jenis makanan dan minuman khas yang tersebar di seluruh Aceh, provinsi ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Promosi yang lebih masif dan pengembangan jalur wisata kuliner yang terstruktur dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk mencicipi kekayaan cita rasa Serambi Makkah. (dmt)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya