Serangan Bersenjata di Bandara Internasional Guadalajara di Jalisco Meksiko, Akibat Kematian Bos Kartel CJNG
GUADALAJARA, LELEMUKU.COM – Kekacauan besar terjadi di Bandara Internasional Miguel Hidalgo y Costilla (GDL) di Guadalajara, Jalisco, Meksiko, pada Minggu, 22 Februari 2026.
Laporan menyebutkan adanya serangan bersenjata yang diduga dilakukan oleh Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) di luar dan kemungkinan di dalam bandara.
Kekerasan ini diyakini sebagai aksi balas dendam langsung setelah operasi militer Meksiko berhasil menewaskan pemimpin CJNG, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes yang lebih dikenal dengan nama "El Mencho", pada hari yang sama di wilayah Tapalpa, Jalisco.
Berbagai sumber pemerintah dan media internasional, termasuk Reuters dan AP, mengonfirmasi kematian El Mencho dalam baku tembak dengan pasukan federal di kawasan yang menjadi basis kuat kartel tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan penumpang, petugas bandara, dan karyawan berlarian mencari perlindungan di dalam terminal karena kepanikan.
Laporan menyebutkan adanya tembakan, kemungkinan pelaku bersenjata di luar dan di dalam gedung, sehingga menyebabkan evakuasi massal serta gangguan penerbangan.
Bandara mengalami kemacetan parah, sebagian operasi ditangguhkan atau ditunda. Bandara Puerto Vallarta di dekatnya juga mengalami kerusuhan serupa dan ditutup sementara.
Menanggapi kematian El Mencho, CJNG langsung melancarkan serangan terkoordinasi di berbagai wilayah Jalisco dan negara bagian sekitarnya.
Aksi tersebut meliputi pemblokiran jalan dengan pembakaran kendaraan (narcobloqueo), pembakaran usaha, serta bentrokan dengan aparat keamanan.
Asap tebal terlihat mengepul di Puerto Vallarta, Guadalajara, dan beberapa daerah lain.
Pemerintah Jalisco mengaktifkan "Código Rojo" (Kode Merah) untuk mengerahkan pasukan militer dan Garda Nasional ke seluruh wilayah.
Kedutaan Besar Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan mendesak warga negaranya di Jalisco (termasuk Guadalajara dan Puerto Vallarta), serta Tamaulipas, Michoacán, Guerrero, dan Nuevo León, untuk tetap berada di tempat aman. Beberapa maskapai, termasuk Air Canada, menghentikan sementara penerbangan ke daerah terdampak.
El Mencho, pendiri CJNG—salah satu kartel narkoba paling kuat dan kejam di Meksiko—telah lama menjadi buronan nomor satu dunia.
Amerika Serikat pernah menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Kematiannya merupakan pukulan berat bagi kartel, namun langsung memicu kekerasan balasan yang meluas, menunjukkan risiko kekosongan kekuasaan di dalam struktur kartel.
Aparat keamanan terus mengerahkan kekuatan untuk memulihkan ketertiban, membersihkan pemblokiran jalan, dan mengamankan infrastruktur penting.
Situasi masih berlangsung dinamis dengan laporan kekerasan yang terus bermunculan di berbagai lokasi. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri