Trump Nominasikan Kevin Warsh Gantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) yang baru untuk menggantikan Jerome Powell. Pengumuman ini disampaikan Trump melalui konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat 31 Januari 2026.
Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed periode 2006–2011, dikenal sebagai ekonom konservatif dengan pandangan hawkish terhadap kebijakan moneter. Warsh pernah menjadi penasihat ekonomi Trump pada masa kampanye 2016 dan sering mengkritik kebijakan suku bunga rendah serta quantitative easing yang dijalankan The Fed di bawah Jerome Powell.
Trump menyatakan bahwa pencalonan Warsh bertujuan untuk mengembalikan The Fed ke jalur yang lebih disiplin fiskal dan fokus pada pengendalian inflasi jangka panjang. “Kevin adalah orang yang tepat untuk membawa stabilitas dan kekuatan kembali ke dolar AS. Kita butuh The Fed yang tidak terlalu lunak dan tidak terlalu agresif,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Jerome Powell, yang menjabat sejak 2018 dan diperpanjang masa jabatannya oleh Biden hingga 2026, akan mengakhiri periode kepemimpinannya jika pencalonan Warsh disetujui Senat. Powell dikenal dengan pendekatan data-dependent dan respons cepat terhadap pandemi serta inflasi pasca-pandemi, namun mendapat kritik dari kubu konservatif karena dianggap terlalu lambat menaikkan suku bunga pada 2021–2022.
Pencalonan ini memerlukan persetujuan Senat AS, di mana Partai Republik saat ini memiliki mayoritas tipis. Beberapa senator dari kubu Demokrat telah menyatakan kekhawatiran atas pandangan Warsh yang dianggap terlalu hawkish dan berpotensi memicu resesi jika suku bunga dinaikkan terlalu agresif.
Kevin Warsh sendiri menyambut baik pencalonan tersebut dan menyatakan siap bekerja untuk mengembalikan kredibilitas The Fed sebagai lembaga independen yang fokus pada stabilitas harga dan lapangan kerja maksimal. Ia juga menegaskan akan tetap menjaga independensi The Fed dari intervensi politik langsung.
Pengumuman ini langsung memengaruhi pasar keuangan: dolar AS menguat terhadap mata uang utama, yield obligasi Treasury naik, sementara indeks saham Wall Street melemah karena kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat. Harga emas dan Bitcoin juga tertekan akibat penguatan dolar.(evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri