Kementerian ESDM Sebut Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Timur Bantul Yogyakarta, Terasa Hingga Solo dan Pacitan
YOGYAKARTA, LELEMUKU.COM - Gempa bumi mengguncang wilayah Timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 13.15 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa berkekuatan magnitudo 4,5 ini berpusat pada koordinat 7,87 LS – 110,49 BT dengan kedalaman 11 kilometer.
Badan Geologi Kementerian ESDM melalui analisis yang dirilis Yana Karyana menyatakan bahwa gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar Opak. Lokasi episenter gempa bumi terletak di darat dengan kondisi morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, dan pegunungan.
Data dari lembaga internasional menunjukkan perbedaan parameter gempa. USGS mencatat episenter berada pada koordinat 8,0239 LS – 111,3773 BT dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 127 kilometer. Sementara GFZ Jerman mencatat koordinat 8,041 LS – 111,355 BT dengan magnitudo 5,73 pada kedalaman 125,4 kilometer.
Berdasarkan informasi dari BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas bervariasi. Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Magelang merasakan guncangan dengan intensitas III Skala MMI. Sementara Pacitan, Solo, Trenggalek, Purworejo, dan Wonogiri merasakan intensitas II Skala MMI.
Litologi penyusun wilayah episenter terdiri atas Batuan Sedimen berumur tersier, Batuan Gunungapi berumur tersier, Batuan Karbonat berumur tersier, dan Batuan Gunungapi berumur kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C yaitu tanah sangat padat dan batuan lunak, serta Kelas Tanah D yaitu tanah sedang. Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Meski demikian, gempa diharapkan tidak menimbulkan kerusakan di wilayah terdampak. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Masyarakat juga diimbau tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
