Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total, 200 Personel Polisi Amankan Aksi Tuntut Provinsi Luwu Raya

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total, 200 Personel Polisi Amankan Aksi Tuntut Provinsi Luwu Raya

LUWU UTARA, LELEMUKU.COM - Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi lumpuh total sejak Jumat, 23 Januari hingga Sabtu malam, 24 Januari 2026 akibat aksi pemblokiran yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Wija to Luwu. Untuk mengamankan situasi, Polres Luwu Utara menurunkan sekitar 200 personel dengan dukungan Batalyon Brimob Polda Sulawesi Selatan.

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu ini menuntut realisasi pembentukan Provinsi Luwu Raya yang mencakup Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, dan Kota Palopo. Para mahasiswa melakukan penutupan akses dengan cara menebang pohon, membakar ban bekas, dan memasang spanduk di berbagai titik jalan.

Pemblokiran Jembatan Baliase menjadi pusat kelumpuhan transportasi karena menghubungkan Kabupaten Luwu menuju Luwu Utara. Sejumlah kendaraan bertonase besar termasuk truk pengangkut logistik dan bus antarkota terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif. Antrean panjang kendaraan mengular hingga beberapa kilometer dari kedua arah.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Nugraha Pamungkas, menyatakan bahwa aparat kepolisian mengambil pendekatan persuasif dalam menangani aksi ini. "Kami tetap melaksanakan negosiasi dan melayani masyarakat yang melakukan unjuk rasa terkait isu lokal," katanya.

Penurunan 200 personel dengan dukungan Brimob dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan mencegah situasi berkembang lebih luas. Meski demikian, aparat tetap memprioritaskan pendekatan dialog dibandingkan tindakan represif terhadap para demonstran.

Hingga Sabtu malam, negosiasi antara pihak kepolisian dan perwakilan massa aksi masih berlangsung namun belum mencapai kesepakatan mengenai pembukaan kembali jalan. Kedua pihak terus berupaya mencari solusi agar aspirasi demonstran dapat tersalurkan tanpa merugikan kepentingan publik yang lebih luas.

Aksi ini menjadi wujud desakan warga agar pemerataan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di wilayah Luwu segera direalisasikan melalui pembentukan provinsi baru. Demonstran menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan komitmen untuk mencari jalan keluar yang mengakomodasi aspirasi demonstran sekaligus memulihkan kelancaran lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang merupakan jalur vital penghubung wilayah-wilayah di Sulawesi Selatan. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya