-->

Pemerintah Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara Bagi Perlawanan


NAYPYIDAW, LELEMUKU.COM - Pemerintah militer Myanmar terus meningkatkan serangan udara mematikan terhadap meningkatnya perlawanan bersenjata dan sipil pada pemerintahannya, dua tahun lebih setelah merebut kekuasaan lewat kudeta. Kelompok hak asasi dan analis mengatakan sebagian besar target dan korban mereka adalah warga sipil.

“Serangan udara militer Birma telah melampaui apa pun yang pernah kita saksikan di Burma,” kata David Eubank, kepala Free Burma Rangers, sebuah kelompok bantuan Kristen yang bekerja di timur negara itu selama 30 tahun terakhir, dengan menggunakan nama Myanmar lainnya.

“Ini adalah serangan habis-habisan. Belum ada satu hari pun berlalu saat kami di sini tanpa ada pengeboman di suatu tempat,” katanya kepada VOA dari negara bagian Karenni, di timur Myanmar, yang berbicara tentang perkembangan beberapa bulan terakhir.

Data di seluruh negeri tentang serangan udara yang dilaporkan mendukung laporan kelompok hak asasi manusia, badan amal dan pasukan perlawanan mengenai jet militer Myanmar, helikopter dan drone yang membom, meroket dan memberondong target di seluruh Myanmar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lembaga Internasional untuk Studi Strategis, sebuah kelompok penelitian Inggris, telah mencatat secara rinci pertempuran di Myanmar sejak kudeta Februari 2021 yang menggulingkan pemerintah terpilih. Lembaga itu menghitung rata-rata 49 serangan udara per bulan oleh militer Myanmar dari Januari hingga April, sekitar 25% lebih banyak dari rata-rata 39 serangan bulanan tahun lalu.

Proyek Data Lokasi dan Konflik Bersenjata, atau ACLED, yang berbasis di Amerika, juga telah melacak peningkatan yang stabil dan berkelanjutan dalam serangan udara, termasuk lebih dari 150 serangan selama tiga bulan pertama tahun ini, lebih dari kuartal mana pun sejak kudeta.

Peningkatan serangan udara itu disertai dengan meningkatnya jumlah kematian, demikian menurut proyek tersebut. Jumlah146 kematian yang dicatat proyek itu, akibat serangan udara militer dari Januari hingga Maret, juga paling banyak dari setiap kuartal sejak kudeta. (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel