-->

Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 10 Miliar di Bangka Belitung

Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 10 Miliar di Bangka Belitung.lelemuku.com.jpg

 JAKARTA, LELEMUKU.COM - Polisi menggagalkan upaya penyelundupan 13 kotak berisi benih lobster secara ilegal di perairan Karang Ular, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Total benih lobster yang akan diselundupkan mencapai 67.600 ekor dengan taksiran harga Rp 10,14 miliar.

Tiga orang kemudian telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Rinto (motoris), Resad dan Mat Diah (anak buah kapal). Akan tetapi, polisi memastikan kasus ini akan terus dikembangkan.

"Kasus lobster (akan) dikembangkan, sudah berapa kali melakukan, siapa pendananya, siapa penerimanya, bagaimana cara mendapatkan lobster, penangkaran, bahan, dan lain-lain," kata Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

Sebelumnya, penangkapan dilakukan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polda Bangka Belitung. Pada Senin, 19 Juli 2021, pukul 22.30 WIB, polisi mengamankan 1 unit speed boat lidah mesin penggerak 40 PK berserta tiga tersangka di dalamnya.

Para tersangka membawa benih lobster dengan jenis Mutiara dan Pasir. Ketiga tersangka berasal dari Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Penangkapan kemudian dilakukan ketika para tersangka sedang menunggu kapal lain akan menerima baby lobster tersebut. Setelah di sita, penghitungan pun dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung.

Di dalam 13 kotak tersebut, terdapat masing-masing 26 kantong. Setiap kantong berisi 200 ekor. Sedangkan harga 1 ekor sekitar Rp 150 ribu. Sehingga, taksiran harganya mencapai Rp 10 miliar lebih.

Selanjutnya, barang bukti benih lobster ini kemudian dikembalikan ke perairan du Pulau Ketawai, Bangka Tengah oleh Balai Karantina Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel