-->

Informasi Terkini dan Berita Terbaru dari Kabupaten Merauke

Informasi dan Berita Terbaru dari Kabupaten Merauke
Merauke adalah salah satu Kabupaten dibagian Selatan Provinsi Papua. Ibukota Kabupaten ini terletak di Merauke, Kabupaten ini adalah Kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia (dari sabang sampai merauke). Di kabupaten ini terdapat suku Marind Anim.

Terdapat 20 Distrik di Merauke, Yaitu : Distrik Merauke, Distrik Muting, Distrik Okaba, Distrik Kimaam, Distrik Semangga, Distrik Tanah Miring, Distrik Jagebob, Distrik Sota, Distrik Ulilin, Distrik Elikobel, Distrik Kurik, Distrik Naukenjerai, Distrik Kapteltubang, Distrik Ngguti, Distrik Tabonji, Distrik Waan, Distrik Ilwayab, Distrik Malind dan Distrik Animha.

Taman Nasional Wasur dengan iklim geografis yang eksotis merupakan perwakilan dari lahan basah yang paling luas di Papua dan sedikit mengalami gangguan oleh aktivitas manusia. Sekitar 70 % dari luas kawasan taman nasional berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas.

Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan dikawasan Taman Nasional ini antara lain, api-api (Avicennia.sp.), tancang (Bruguiera.sp.), ketapang (terminalia.sp.), dan kayu putih (melaleuca.sp.) Jenis satwa yang umum di jumpai antara lain kanguru pohon (dendrolagus spadix) kesturi raja (psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (casuarius sclateri), burung mambruk (goura cristata), cenderawasih kuning besar (paridisea apoda novaeguineae), cenderawasih raja (cicinnurus regius rex), cenderawasih merah (paradisea rubra), buaya air tawar (crocodylus novaeguineae) dan buaya air asin (crocodylus porosus). Keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan mengagumkan di Taman Nasional Wasur, menyebabkan kawasan ini lebih dikenal sebagai “Serengiti of Papua”.

Lahan basah ditaman nasional ini merupakan ekosistem yang paling produktif dalam menyediakan bahan pakan dan perlindungan bagi kehidupan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting yang bernilai ekonomis tinggi. Berbagai jenis satwa seperti burung migran, walabi dan kasuari juga menghuni Danau Rawa Biru. Oleh karena itu, Danau Rawa Biru di sebut “Tanah Air” karena ramainya berbagai kehidupan satwa. Lokasi ini sangat cocok untuk mengamati atraksi satwa yang menarik dan menakjubkan. Terdapat 6 (enam) tipe ekosistem  di kawasan Taman Nasional Wasur yaitu : Ekosistem Rawa Berair Payau Musiman, Ekosistem Rawa Berair Tawar Permanen, Ekosistem Pesisir Berair Tawar, Ekosistem Daratan Berair Tawar, Ekosistem Pesisir Berair Payau-Asin, Ekosistem Daratan Berair Payau.

Keanekaragaman jenis fauna di kawasan TN Wasur antara lain mamalia besar seperti, kangguru lapang (Macropus Agilis), Kangguru hutan/biasa (Darcopsis veterum) dan Kanguru tanah (Thylogale brunii). Disamping itu terdapat mamalia lain yaitu musang hutan, kus-kus berbintik yang dikenal masyarakat setempat sebagai tupai dan lain-lain.

Pisces (Ikan) Kawasan TN Wasur merupakan lahan basah yang luas, dimana banyak kehidupan aquatik yang menjadi komponen penting bagi keanekaragaman hayati dalam kawasan. Terdapat 39 jenis ikan dari 72 jenis yang ada, 32 jenis diantaranya terdapat di Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di sungai maro.

Reptil dan Amfibi hasil survey terdapat 26 jenis reptil yaitu 2 jenis buaya, 3 jenis biawak, 4 jenis kura-kura, 5 jenis kadal, 8 jenis ular, 1 jenis bunglon, 3 jenis katak.Serangga (insekta) terdapat 48 jenis.

Dilihat dari kondisi geografi, sejarah, ekonomi dan budaya, Kota Merauke memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Papua. Secara geografi, Kota Merauke adalah salah satu kota paling timur di Indonesia sekaligus berbatasan langsung dengan Negara (Papua New Guinea).

Dikota merauke terdapat sebuah tugu yang merupakan kembaran dari tugu yang terdapat di sabang yaitu Tugu Sabang-Merauke. Tugu ini di bangun sebagai simbol kesatuan Negara Republik Indonesia dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Tugu Sabang-Merauke bisa kita jumpai di Distrik Sota, yaitu sebuah daerah yang terletak di sebelah timur Kota Merauke. Untuk menuju ke Distrik Sota dapat menggunakan kendaraan roda empat.

Dari latar belakang sejarah, Kota Merauke memiliki keunikan tersendiri. Nama kota ini di ambil dari nama sebuah sungai yang melintasi daerah Papua Bagian Selatan yaitu sungai Maro. Nama kota Merauke terjadi karena kesalahpahaman bahasa antara pendatang (Orang-Orang Belanda) dan suku Marind (penduduk asli Kabupaten Merauke).Orang-orang Belanda yang melintasi sungai Maro menggunakan kapal uap, menarik perhatian suku Marind. Disinilah terjadi  komunikasi antara orang Belanda yang mengira orang Marind bisa menggunakan bahasa Melayu. Perekonomian di Kota Merauke termasuk berkembang. Kapal-kapal yang membawa kebutuhan pokok penduduk Kabupaten Merauke berdatangan dari pulau jawa. Terjadi juga transaksi dagang antara penduduk Merauke dengan penduduk Negara tetangga PNG yang datang ke daerah Kabupaten Merauke (Pelintas Batas) khusus untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Untuk menuju ke Kota Merauke bisa ditempuh dengan menggunakan kapal laut (kapal Pelni) dan juga melalui transportasi  udara yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Lion Air.
Berikut adalah artikel dari berita dan informasi terbaru dari Kabupaten Merauke :