PM Polandia Donald Tusk Sebut Defisit Anggaran 7 Persen Sebagai Keharusan
WARSAWA, LELEMUKU.COM – Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menjelaskan peningkatan defisit anggaran negaranya menjadi 7 persen sebagai sebuah "keharusan" dan "tidak ada pilihan lain".
"Secara total, kami menghabiskan 7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk keamanan dan pertahanan, dan kami tidak berniat mengubah kebijakan ini," ujar Tusk.
Tusk mengakui beban yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. "Kami memahami beban yang ditimbulkan dari kebijakan ini," katanya.
Ia menegaskan bahwa kesamaan angka antara defisit anggaran dan belanja pertahanan bukanlah suatu kebetulan. "Bukan kebetulan kami memiliki defisit anggaran 7 persen ketika kami menghabiskan 7 persen untuk pertahanan dan keamanan," ujarnya.
"Namun kami tidak memiliki pilihan lain," tambahnya.
Pemerintah Polandia sebelumnya menetapkan rancangan anggaran 2027 dengan proyeksi defisit pemerintah umum sebesar 7,1 persen dari PDB, jauh di atas target 3,7 persen yang sebelumnya disepakati Polandia dengan Uni Eropa setelah negara itu ditempatkan di bawah Prosedur Defisit Berlebihan (Excessive Deficit Procedure/EDP) oleh Komisi Eropa.
Tusk menyebut tekanan belanja militer akibat situasi tegang di perbatasan timur Polandia dengan Ukraina yang sedang berperang, konflik yang melibatkan Iran yang menaikkan harga energi, serta kebutuhan keamanan lainnya sebagai faktor utama tingginya defisit tersebut.
Pada 2025, defisit anggaran Polandia tercatat sebesar 7,3 persen dari PDB, menempatkan negara itu di posisi kedua tertinggi di Uni Eropa, tepat di bawah Rumania. (Evu)