Keunikan Budaya dan Potensi Wisata Kabupaten Lahat

📅 22 Oktober 2026
✍️ Oleh: Redaksi Lelemuku.com  ·  📰 Lelemuku.com
Keunikan Budaya dan Potensi Wisata Kabupaten Lahat

LAHAT, LELEMUKU.COM - Kabupaten Lahat terletak di Provinsi Sumatera Selatan, dengan lanskap yang memadukan dataran rendah, bukit barisan, dan aliran Sungai Lematang, menjadikannya titik penting dalam jaringan budaya dan ekonomi di Pulau Sumatera sejak lama.

Sejarah Lahat bermula pada masa Kesultanan Palembang sekitar tahun 1830, ketika marga-marga seperti Lematang, Besemah, Lintang, Gumai, Col, dan Kikim terbentuk sebagai struktur pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku setempat. Marga tersebut menjadi cikal bakal identitas sosial yang tetap bertahan hingga kini.

Pada masa kolonial Belanda, Lahat dibagi menjadi dua afdeling, yaitu afdeling Tebing Tinggi dan afdeling Lematang Ulu‑Besemah, masing‑masing mengelola onderafdeling yang meliputi wilayah kini. Pendudukan Jepang mengubah sebutan afdeling menjadi sidokan, namun struktur lokal tetap dipertahankan oleh pemimpin pribumi. Setelah proklamasi kemerdekaan, Lahat resmi menjadi daerah tingkat II berdasarkan Undang‑Undang No. 28 tahun 1959 dan tetap eksis hingga sekarang.

Kehidupan sosial di Lahat dipengaruhi oleh keragaman etnis yang telah berbaur selama berabad‑abad. Tradisi musik tradisional, tarian, serta upacara adat seperti perayaan Maulid dan festival panen padi menampilkan warna budaya yang khas. Bahasa Lahat menggabungkan unsur Lematang, Besemah, dan bahasa Melayu, menciptakan dialek yang unik dan menjadi jembatan komunikasi antar‑suku.

Bukit Serelo, yang juga dikenal sebagai Gunung Jempol karena bentuknya menyerupai jempol tangan, menjadi landmark yang menonjol di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan. Dari puncaknya, panorama Sungai Lematang mengalir mengelilingi bukit, memberikan pemandangan menakjubkan yang telah menjadi inspirasi seniman lokal sejak lama.

Sekolah Gajah Perangai terletak di kaki Bukit Serelo dan menjadi salah satu penangkaran gajah di Indonesia. Gajah‑gajah yang dilatih di sini membantu pekerjaan pertanian dan transportasi kayu, sekaligus menjadi simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Berbagai destinasi wisata menambah daya tarik Lahat. Sumber Air Panas Tanjung Sakti menawarkan kolam air panas alami yang menjadi tempat relaksasi bagi penduduk dan wisatawan. Air Terjun Lawang Agung di Kecamatan Mulak Ulu menyuguhkan keindahan alam dengan jembatan gantung, area memancing, dan kolam renang alami, menjadikannya lokasi favorit untuk kegiatan keluarga.

Hubungan Lahat dengan wilayah timur Indonesia terbuka melalui jalur perdagangan tradisional yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Maluku dan Papua. Produk kerajinan tangan, seperti anyaman rotan dan tenun ikat, sering dipertukarkan dalam pasar lintas pulau, memperkaya ragam budaya dan memperkuat rasa persaudaraan antar‑daerah.

Sampai sekarang, upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lahat berfokus pada pelestarian lingkungan, peningkatan infrastruktur, dan pelibatan masyarakat lokal. Dengan memadukan warisan budaya yang kaya dan potensi alam yang melimpah, Lahat terus berperan sebagai contoh daerah yang mampu menjaga identitas sekaligus menyambut peluang masa depan. (Evu)