Terungkap! 8 Tahun Rahasia di Balik Pengembangan GTA 6
NEW YORK, LELEMUKU.COM – Setelah penantian selama 13 tahun sejak Grand Theft Auto V dirilis, Rockstar Games akhirnya membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pengembangan Grand Theft Auto VI. Dalam laporan eksklusif Bloomberg yang dirilis pada 14 Oktober 2026, terungkap bahwa game ini telah menghabiskan lebih dari delapan tahun masa pengembangan penuh, menjadikannya proyek terbesar dan paling ambisius dalam sejarah Rockstar Games.
GTA VI dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Versi PC disebut akan hadir pada awal 2027, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Dari 'Project Americas' ke Vice City
Salah satu pengungkapan paling mengejutkan adalah bahwa GTA VI awalnya dirancang sebagai proyek raksasa dengan nama kode "Project Americas". Visi awal game ini mencakup wilayah daratan yang sangat luas di Amerika Utara dan Amerika Selatan, jauh melampaui Vice City dan sekitarnya yang akhirnya menjadi lokasi final game.
Kepala pengembangan Rockstar, Rob Nelson, mengungkapkan bahwa timnya bahkan melakukan perjalanan riset ke Miami pada 2015 untuk merasakan atmosfer Vice City secara langsung, termasuk mengunjungi klub malam, melakukan pengambilan gambar dari helikopter, hingga ikut berpatroli bersama polisi ke titik-titik rawan kriminal. Namun, seiring bertambahnya skala Red Dead Redemption 2, pengembangan Project Americas terpaksa ditunda beberapa tahun.
Tim yang Hampir Dua Kali Lipat
Untuk mewujudkan visi ambisius tersebut, Rockstar hampir menggandakan jumlah karyawannya. Jika pada 2018 saat RDR2 dirilis Rockstar memiliki 2.441 karyawan, kini jumlahnya melonjak menjadi 4.711 orang yang tersebar di 12 kantor di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 4.020 di antaranya bekerja di divisi pengembangan dan quality assurance, sementara 690 lainnya di bagian penerbitan.
Peningkatan jumlah karyawan ini tidak serta-merta mempercepat pengembangan. Sebaliknya, skala dan kompleksitas game yang sangat besar justru membuat proses produksi menjadi jauh lebih rumit. Periode awal pengembangan GTA VI bahkan disebut sebagai "masa kelam" secara internal, ketika visi game masih belum jelas dan banyak sistem yang belum berjalan sesuai harapan.
Kesulitan yang Mengubah Segalanya
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rockstar adalah menciptakan dunia yang terasa hidup dengan NPC yang meyakinkan. Ketika tim menyadari bahwa mereka tidak memiliki kapasitas produksi untuk menulis dan menganimasikan semua NPC yang dibutuhkan, Rockstar mengambil langkah ekstrem: membangun studio baru di Los Angeles yang secara khusus didedikasikan untuk pembuatan NPC.
"Proyeksi yang mereka berikan kepada kami sangat mengerikan," ujar Rob Nelson menggambarkan betapa besarnya kebutuhan NPC dalam GTA VI. Studio baru ini diisi oleh penulis, produser, dan sutradara yang tugas utamanya adalah menciptakan NPC yang terasa nyata dan hidup, bukan sekadar karakter generik yang mengisi dunia game.
Keputusan ini terbukti tepat. GTA VI kini menampilkan lebih dari 600.000 animasi unik untuk NPC-nya, sebuah pencapaian teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri game.
Inovasi Terbesar: Interaksi Jason dan Lucia
Salah satu inovasi paling menonjol dalam GTA VI adalah sistem interaksi dinamis antara dua protagonis, Jason Duval dan Lucia Caminos. Berbeda dengan game-game sebelumnya di mana interaksi antar karakter terbatas pada misi yang sudah ditentukan, Jason dan Lucia dapat menghabiskan waktu bersama di seluruh dunia terbuka.
Pemain yang mengendalikan Jason dapat mengirim pesan teks kepada Lucia untuk mengatur pertemuan. Ketika keduanya bersama, AI akan mengendalikan karakter yang tidak dimainkan dengan perilaku yang terasa natural dan organik. Dalam sebuah misi perampokan toko, Jason yang dikendalikan AI secara mandiri menangani kasir sementara pemain mengendalikan Lucia di pintu masuk. Detail kecil seperti Jason yang membukakan pintu untuk Lucia dan berbalik untuk memastikan kekasihnya sudah lewat menunjukkan betapa dalamnya sistem AI yang dikembangkan Rockstar.
Dua Kali Penundaan dan Dukungan Take-Two
GTA VI mengalami dua kali penundaan sebelum akhirnya ditetapkan rilis pada November 2026. Kepala Penerbitan Rockstar, Jennifer Kolbe, mengenang momen ketika ia harus menyampaikan berita penundaan kedua kepada CEO Take-Two, Strauss Zelnick. "Saya pikir dia berkata, 'Kamu bercanda. Tolong katakan kamu bercanda,'" kenang Kolbe. Namun setelah dijelaskan alasannya, Zelnick memahami dan mendukung keputusan tersebut.
Kepala pengembangan Phil Hooker menegaskan bahwa penundaan bukan disebabkan oleh satu masalah besar, melainkan oleh kompleksitas luar biasa dalam menyatukan seluruh sistem game. "Kami bisa memenuhi jadwal itu, tapi itu bukan game yang ingin kami buat," ujarnya.
Mimpi Buruk Kebocoran Data
Pengembangan GTA VI juga diwarnai insiden kebocoran data besar-besaran pada September 2022. Seorang peretas remaja bernama Arion Kurtaj berhasil mengakses saluran Slack internal Rockstar setelah menipu seorang karyawan Rockstar India melalui serangan phishing. Akibatnya, 90 video gameplay yang belum selesai dan kode sumber game bocor ke publik.
Kepala pengembangan Aaron Garbut menggambarkan dampak emosional dari insiden tersebut. "Rasanya seperti seseorang mengobrak-abrik cucian kotormu. Seperti mereka berada di dalam kepalamu. Kamu melihat karya awalmu ada di luar sana. Tidak seharusnya ada yang melihatnya," ujarnya.
Warisan untuk Masa Depan
Rockstar menegaskan bahwa GTA VI bukan sekadar game, melainkan fondasi teknologi untuk proyek-proyek masa depan. "Mesin, alat, dan tim yang kami bangun selama proyek ini akan memungkinkan kami melakukan banyak hal dengan lebih cepat," ujar Phil Hooker.
Aaron Garbut menambahkan, "Kami mengubah banyak hal secara fundamental dalam proyek ini. Tapi sekarang sudah selesai, dan kami tidak akan membongkarnya lagi". Rockstar meyakini bahwa game berikutnya tidak akan membutuhkan waktu selama delapan tahun untuk dikembangkan.
Komponen online GTA VI, yang diprediksi akan menjadi mesin pendapatan besar seperti pendahulunya, diperkirakan akan hadir pada 2027. CEO Twitch, Dan Clancy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Rockstar mengenai rencana multiplayer tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Rockstar belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait laporan Bloomberg tersebut. Yang jelas, setelah delapan tahun perjalanan panjang penuh liku, GTA VI kini tinggal menghitung hari untuk akhirnya sampai ke tangan para pemain di seluruh dunia. (Evu)