Karhutla di Candi Laras Selatan, Jalan Nasional Margasari-Rantau Ditutup

📅 14 Oktober 2026
✍️ Oleh: Redaksi Lelemuku.com  ·  📰 Lelemuku.com
Karhutla di Candi Laras Selatan, Jalan Nasional Margasari-Rantau Ditutup
TAPIN, LELEMUKU.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pabaungan Hilir, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Selasa (13/10/2026) siang, memaksa penutupan sementara Jalan Nasional ruas Margasari-Rantau. Asap tebal yang membubung dari lokasi kebakaran menutupi badan jalan dan mengganggu jarak pandang pengendara.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita itu melanda lahan dan area yang ditumbuhi pohon rumbia. Arus lalu lintas dari dua arah berlawanan terpaksa dihentikan saat tim gabungan pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. Penghentian arus kendaraan dilakukan karena selang pemadam kebakaran melintasi badan jalan untuk menyalurkan air dari saluran sungai kecil atau kanal guna mendukung proses pemadaman.

Selain tim gabungan pemadam kebakaran di lokasi kejadian, tim gabungan dari Desa Marampiau juga turut melakukan upaya pemadaman. Dampak karhutla tersebut membuat sejumlah pengguna jalan harus menunggu hingga proses pemadaman selesai dan kondisi memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

Seorang pengguna jalan asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang hendak menuju Kalimantan Tengah, Ida, mengaku telah terjebak kemacetan selama sekitar satu jam akibat kejadian tersebut. "Saya sudah satu jam terjebak macet," ujarnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun penyebab pasti kebakaran. Kondisi karhutla di Kalimantan Selatan sendiri dilaporkan semakin meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, tercatat 4.899 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 27.141,49 hektare selama periode 1 Januari hingga 13 Oktober 2026. Kabupaten Tapin menjadi salah satu dari tiga kabupaten yang telah menetapkan status tanggap darurat, selain Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

Aparat gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus dikerahkan untuk memadamkan api dan memulihkan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan titik api guna mencegah meluasnya kebakaran. (Evu)