Fotografer Prancis Abadikan 'Red Sprite' Langka di Langit Korsika

📅 14 Oktober 2026
✍️ Oleh: Redaksi Lelemuku.com  ·  📰 Lelemuku.com
Fotografer Prancis Abadikan 'Red Sprite' Langka di Langit Korsika
PARIS, LELEMUKU.COM – Sebuah fenomena alam langka berupa kilatan cahaya merah raksasa yang dikenal sebagai "Red Sprite" berhasil diabadikan oleh fotografer Prancis, Florian Riou, di langit Corsica, Prancis. Gambar tersebut menjadi viral di media sosial setelah dibagikan pada Oktober 2026, memicu kekaguman sekaligus spekulasi liar di kalangan warganet.

Foto-foto tersebut memperlihatkan struktur bercabang berwarna merah darah yang tampak seperti ubur-ubur listrik raksasa atau tentakel yang menjuntai dari langit. Riou memotret fenomena itu di atas desa Montemaggiore, dekat Calvi, Corsica barat laut, pada malam 16-17 September 2026.

"Ini adalah gambar Sprite paling luar biasa yang pernah saya lihat," tulis salah satu warganet di platform X, mengutip unggahan Riou.

Apa Itu Red Sprite?

Red Sprite adalah salah satu jenis fenomena yang disebut Transient Luminous Event (TLE), yaitu kilatan cahaya singkat yang terjadi di lapisan atas atmosfer Bumi, jauh di atas awan badai. Menurut NASA, Red Sprite merupakan "ledakan energi merah raksasa yang menyerupai kilat" dan terjadi pada ketinggian sekitar 50 hingga 90 kilometer di atas permukaan Bumi, terutama di lapisan mesosfer.

Berbeda dengan kilat biasa yang terjadi di dalam atau di antara awan, Red Sprite muncul ketika kilat positif yang sangat kuat menyambar ke tanah dan menciptakan medan listrik yang menjulang tinggi ke atmosfer. Warna merah khasnya berasal dari molekul nitrogen di atmosfer yang tereksitasi oleh pelepasan muatan listrik tersebut. Ketika molekul nitrogen kembali ke keadaan energi yang lebih rendah, mereka memancarkan cahaya merah.

Berlangsung Hanya Dalam Sekejap

Fenomena ini sangat sulit disaksikan karena hanya bertahan beberapa milidetik atau seperseribu detik. "Sprite pada dasarnya adalah kilat yang berada di atas badai. Tidak terlalu langka, hanya sangat sulit ditangkap atau dilihat," jelas Jordan Crowder, seorang pengamat cuaca, di media sosial. Red Sprite umumnya hanya terlihat pada malam hari di atas badai yang jauh, dan sering kali terhalang oleh awan rendah.

Riou sendiri adalah fotografer spesialis pegunungan dan fenomena alam. Ia dikenal memiliki kemampuan memprediksi lokasi dan waktu yang tepat untuk memotret Red Sprite. Sebelumnya, pada 5 Juni 2026, ia juga berhasil memotret sprite di atas Taman Nasional Badlands, Amerika Serikat, dari jarak 650 kilometer dari badai yang memicunya. Pada peristiwa di Corsica, badai yang memicu sprite berada di sekitar Barcelona, Spanyol, sekitar 500 hingga 700 kilometer dari lokasi pengambilan gambar.

Riou mempublikasikan foto tersebut pada 28 September 2026 dan kembali viral pada 11-12 Oktober 2026 setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial besar. Hingga berita ini diturunkan, fenomena tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan menjadi salah satu gambar cuaca paling banyak dibicarakan bulan ini. (Evu)