Mahasiswa USTJ Jayapura Tuntut Pertanggungjawaban atas Perjanjian Roma 1962 dan Hak Penentuan Nasib Papua
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Sekelompok mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menggelar aksi demo di lingkungan kampus sembari mengibarkan bendera Bintang Kejora dan menyampaikan sejumlah tuntutan, Rabu (30/9/2026) siang.
Dalam aksinya, massa membawa sejumlah bendera dan menyampaikan orasi terkait tuntutan yang mereka suarakan kepada pemerintah Indonesia maupun komunitas internasional.
Berdasarkan seruan aksi yang beredar, mahasiswa menuntut pertanggungjawaban Indonesia, Belanda, dan Amerika Serikat terkait Perjanjian Roma 1962, yang oleh kalangan aktivis Papua dinilai menjadi akar persoalan status politik Papua hingga saat ini.
Selain itu, massa juga menyuarakan tuntutan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai bagian dari aspirasi yang selama ini terus disuarakan berbagai elemen masyarakat di Tanah Papua.
Aksi tersebut berlangsung di dalam lingkungan kampus USTJ setelah sebelumnya massa sempat terhalang aparat keamanan saat hendak menyampaikan pendapat di muka umum pada dini hari.
Pengibaran bendera Bintang Kejora di tiang dalam area kampus kemudian memicu respons dari aparat keamanan gabungan TNI dan Polri yang masuk ke lingkungan kampus untuk melakukan pembubaran, yang berujung pada kericuhan dan penggunaan gas air mata serta water cannon oleh aparat.
Satu orang yang diduga memasang bendera telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum, sementara Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen mengimbau seluruh pihak untuk tidak terprovokasi dan menjaga kondusivitas Kota Jayapura.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan tindakan anarkis, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jayapura agar tetap aman dan kondusif," pungkas Kapolresta. (Joe)