Ivan Shishkin, Pelukis yang Namanya Berarti 'Buah Pinus' dan Jadi Raja Hutan Rusia
<div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiBIp9wkm3tK_j1uDtErZYt0LuuikoGpW-v1TqoUUOgXV8OGwyvxuyhlyHwDqtS_NpSxeiOMooDZ5qYklBwROer4-0vbA9XusYbABgRVGSxVWHHom832LipfWjbSFs8u9OotUjTU3B86X6rkbY7MEiP5wYZWtWP5gNIkNf2i6Oy8rgke6NLPQM8ZWaGF4op" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">
<img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiBIp9wkm3tK_j1uDtErZYt0LuuikoGpW-v1TqoUUOgXV8OGwyvxuyhlyHwDqtS_NpSxeiOMooDZ5qYklBwROer4-0vbA9XusYbABgRVGSxVWHHom832LipfWjbSFs8u9OotUjTU3B86X6rkbY7MEiP5wYZWtWP5gNIkNf2i6Oy8rgke6NLPQM8ZWaGF4op" width="400">
</a>
</div>MOSKOW, LELEMUKU.COM – Ivan Ivanovich Shishkin, pelukis lanskap Rusia yang lahir pada 25 Januari 1832 di Yelabuga, Kekaisaran Rusia, memiliki nama keluarga yang secara etimologis berasal dari kata "shishka" yang berarti buah pinus. Nama itu seolah menjadi takdir bagi seorang seniman yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk melukis hutan, terutama pohon pinus dan oak Rusia.<br></div><div><br></div><div>Shishkin tumbuh di wilayah Vyatka yang dikelilingi hutan lebat dan hamparan Sungai Kama. Sejak kecil, ia telah menyatu dengan keindahan alam hutan yang tak berujung di tanah kelahirannya. Setelah menempuh pendidikan di gimnasium Kazan, ia memutuskan untuk menekuni seni lukis dan masuk ke Moscow School of Painting, Sculpture and Architecture pada 1852 .</div><div><br></div><div>Pada 1856, Shishkin melanjutkan studi ke Imperial Academy of Arts di Saint Petersburg dan lulus pada 1860 dengan medali emas tertinggi. Ia kemudian menerima beasiswa untuk belajar di Eropa, termasuk di Munich, Prague, dan Düsseldorf, Jerman. Di sana ia mempelajari teknik etsa dan litografi yang saat itu belum berkembang di Rusia .</div><div><br></div><div>Sekembalinya ke Rusia, Shishkin bergabung dengan Peredvizhniki atau The Wanderers, kelompok seniman yang menolak sistem akademik ketat dan ingin menghadirkan seni yang lebih dekat dengan kehidupan nyata rakyat Rusia. Bersama Ivan Kramskoy dan seniman lainnya, ia menjadi salah satu pendiri Society of Travelling Art Exhibitions pada 1870 .</div><div><br></div><div><b>Teknik Melukis yang "Ilmiah"</b></div><div><br></div><div>Shishkin dikenal memiliki pendekatan yang sangat teliti dalam melukis alam. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan, menggambar langsung dari alam, mengamati struktur batang pohon, beratnya dahan, tekstur kulit kayu, cara akar muncul dari tanah, dan bagaimana cahaya bergerak di dalam hutan. Ia percaya bahwa "tidak boleh ada kepalsuan saat melukis alam, sama seperti berbohong dalam doa" .</div><div><br></div><div>Kritikus seni Rusia, Ivan Kramskoy, pernah menyatakan bahwa tidak ada seniman lain dalam seni Rusia yang mengetahui lanskap dengan cara yang begitu "ilmiah" seperti Shishkin . Dalam lukisannya, pohon-pohon bukan sekadar elemen dekoratif di latar belakang. Mereka mendominasi seluruh komposisi, hadir sebagai bentuk yang megah, kokoh, dan hampir seperti arsitektur yang telah ada jauh sebelum manusia dan akan terus ada setelah manusia tiada .</div><div><br></div><div>Karya-karya seperti Morning in a Pine Forest, Rye, Oak Grove, dan In the Wild North menjadi ikon lukisan lanskap Rusia. Dalam Forest from the Mountain (1895), Shishkin menangkap batang-batang pinus yang bermandikan cahaya matahari dengan warna tembaga kemerahan, sementara bagian bawah batang ditutupi lumut hijau. Bayangan ungu yang padat dan cahaya yang menembus celah-celah pohon menciptakan kesan bahwa lukisan itu "berbau harum damar pinus" .</div><div><br></div><div><b>Kesedihan yang Tersembunyi di Balik Karya</b></div><div><br></div><div>Meskipun lukisan-lukisannya memancarkan ketenangan dan keagungan alam, kehidupan pribadi Shishkin jauh dari kedamaian. Ia menikah dua kali, dan kedua istrinya meninggal dunia. Anak-anaknya pun meninggal. Namun, ia tidak pernah membiarkan kesedihannya terlihat dalam lukisan-lukisannya. Alam yang ia lukis tetap monumental, tenang, dan abadi .</div><div><br></div><div>Pada masa hidupnya, Shishkin sudah dijuluki "Tsar of the Woods" atau "Raja Hutan" oleh para kontemporernya. Kritikus Vladimir Stasov menyebutnya sebagai "seniman rakyat" yang sepanjang hidup mempelajari hutan Rusia, pohon Rusia, kedalaman Rusia, dan belantara Rusia. "Ini adalah kerajaannya, dan di sini ia tidak memiliki saingan, ia satu-satunya," ujar Stasov .</div><div><br></div><div>Ivan Shishkin meninggal pada 20 Maret 1898 di Saint Petersburg saat sedang bekerja di depan kanvas barunya. Hingga akhir hayatnya, ia tetap setia pada kuas dan hutan yang telah menjadi hidupnya . (Evu)</div>