Pelajar Wamena Menggelar Aksi Tolak Program Makan Bergizi Gratis Di Papua Pegunungan

📅 20 September 2026
✍️ Oleh: noreply@blogger.com (Unknown)  ·  📰 Lelemuku.com
<div class="separator" style="text-align: center;"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjazpWcljfsOXO1uxltUBIG4vHkGmR6mQmhexWUMKr9u_smrGPiWr6-TC9agev4sLEi8EEERhDXT9EDALuPMq2y1iHs4DAkatxZRQHwrP6ktdQ-a4dWKbKZSmtnAbiAOhN0o6GPbVARBPeIJ5wbM-73vWQZYrQBQnFYMO_eAcZB8VKf_YeOCYP5djYeYXs/s1600/SISWA.jpg" style="max-width:100%; height:auto;" /></div><p>WAMENA, LELEMUKU.COM – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua Wamena menggelar aksi demonstrasi menolak Program Makan Bergizi Gratis di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (15/9/2026).</p><p>Dalam aksi tersebut, para demonstran mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus menghentikan program nasional tersebut. Mereka meminta agar anggaran negara dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan, terutama penyediaan program pendidikan gratis bagi seluruh pelajar di Tanah Papua.</p><p>Para pelajar menilai bahwa pendidikan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan demi masa depan generasi muda. Mereka membawa berbagai pamflet yang menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan program makanan gratis dan fokus pada pembiayaan fasilitas sekolah, buku, serta sarana penunjang belajar lainnya.</p><p>Massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WIT di beberapa lokasi di Wamena, termasuk Pasar Siankma, Potikelek, dan Pasar Baru. Dari titik-titik kumpul tersebut, para pelajar berencana melakukan long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Pegunungan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.</p><p>Pergerakan massa sempat tertahan karena para pelajar harus melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian terkait rute perjalanan dan pengamanan aksi. Selain menuntut pendidikan gratis, massa juga menyoroti beban kerja para guru yang dinilai tidak boleh disibukkan dengan urusan dapur atau teknis penyediaan makanan di sekolah.</p><p>Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antara perwakilan massa dan pihak kepolisian masih terus berjalan guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum tersebut dapat berlangsung dengan aman dan tertib. (Olemah)</p>