Seniman Papua Pegunungan Siap Meramaikan Papua Reggae Festival Ke-11 Di Papua Tengah
<div class="separator" style="text-align: center;"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtS15jzczvp_kgp2FcDXT6At1Iwqv_s01LJG7Mw0MYbVRdW4Y0BuErsvCOiU-W8sy4SHBXVK9plp9ZmrD4agD4koeicKgd9bVbObS6EyVHPFKoXIMM5kcH4wIOOocSBBvQgmhDmZwMGtbvaIEFVl7MFWahVaLadNL8TvhMp9a9ed6LPB7ARZGVoLyutY/s1600/raggae.jpg" style="max-width:100%; height:auto;" /></div><p>WAMENA, LELEMUKU.COM – Seniman dan musisi reggae asal Provinsi Papua Pegunungan menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam ajang Papua Reggae Festival ke-11 yang akan diselenggarakan di Provinsi Papua Tengah pada Oktober 2026 mendatang.</p><p>Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara peluncuran seniman dan musisi reggae Papua Pegunungan yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) dan Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan depan Kantor Bupati, Tugu Salib, Kabupaten Jayawijaya, sebagai momentum memperkenalkan karya seni, musik daerah, serta identitas budaya setempat kepada masyarakat luas.</p><p>Koordinator kegiatan, Enius Kogoya, menjelaskan bahwa seluruh seniman dari wilayah pegunungan sangat proaktif dalam mendukung agenda festival tersebut. Festival berskala besar ini dinilai menjadi kesempatan penting untuk mengangkat jati diri masyarakat Papua Pegunungan melalui alunan musik daerah dan karya kreatif generasi muda.</p><p>Selain sebagai wadah hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pelaku seni dan generasi muda Papua. Pihak panitia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan berbagai organisasi perangkat daerah, serta berharap adanya program pembinaan yang berkelanjutan setelah festival selesai.</p><p>Dalam persiapan ini, para musisi juga diingatkan untuk menjaga keaslian karya dan bijak menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam memproduksi musik agar tetap menghargai hak cipta. Selain itu, panitia menekankan pentingnya menjaga kebersihan di lokasi peluncuran dengan membagikan kantong plastik sampah kepada pengunjung dan pelaku usaha di sekitar Tugu Salib.</p><p>"Kami dari seluruh seniman yang ada di Pegunungan sangat proaktif untuk kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengangkat semua jati diri melalui alunan musik-musik daerah secara khusus," ujar Enius Kogoya. Ia juga menambahkan harapan agar pemerintah terus memberikan dukungan jangka panjang. "Kami mengharapkan kepada pemerintah supaya setelah kami pulang dari kegiatan festival, tidak hanya berhenti di situ. Kami berharap ada kelanjutan untuk mendukung kami sebagai bagian dari pembangunan," kata Enius Kogoya.</p><p>Sementara itu, Ketua Tim Delegasi, Sayang Delisa Ivan, mengingatkan seluruh anggota delegasi untuk menjaga kekompakan dan menampilkan karya terbaik demi membawa nama baik daerah. "Kita boleh berbeda dalam musik, gaya, dan kreativitas, tetapi kita datang dengan satu tujuan, yaitu membawa nama baik Papua Pegunungan, membawa karya-karya anak Papua Pegunungan, dan membawa semangat untuk terus berkarya," ucap Sayang Delisa Ivan. (Olemah)</p>