Mengingat Nanik Sudaryati Deyang, Orang Pertama yang Sampaikan Hoaks Ratna Sarumpaet ke Prabowo
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Pencopotan Dadan Hindayana serta penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) kembali membuka ingatan publik tentang peran kunci yang pernah dimainkan politisi dan mantan wartawati senior ini dalam tragedi nasional delapan tahun silam.
Dari balik layar, kariernya tidak hanya berisi prestasi sebagai mantan Komisaris Pertamina dan tim sukses, namun juga kontroversi sebagai orang pertama yang menyampaikan kabar bohong “penganiayaan” Ratna Sarumpaet kepada Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Keterlibatan Nanik dalam kasus yang menggemparkan itu bermula ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua **Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno** pada Pilpres 2019. Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya, posisinya yang sangat dekat dengan Capres nomor urut 02 itu membuatnya menjadi mata rantai penting penyebaran hoaks. Pada 21 September 2018, di Bandung, Ratna Sarumpaet mengarang cerita bahwa ia telah dikeroyok tiga orang tidak dikenal hingga wajahnya lebam.
Alih-alih memverifikasi, Nanik yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua BPN langsung mengambil langkah cepat. Ia memfasilitasi pertemuan antara Ratna dan Prabowo di kediaman Prabowo, di mana Ratna menangis dan menceritakan skenario bohong tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya (2018) Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, “Jadi, Bu Nanik ini perannya adalah dia yang memberitahukan bahwa RS (Ratna Sarumpaet) dianiaya, memberitahukan kepada Pak Prabowo.” Dari sanalah, kabar hoaks yang kemudian dimanfaatkan oleh tim kampanye untuk menyerang Jokowi-Ma'ruf akhirnya menyebar luas.
Setelah kasus ini terbongkar, Nanik harus menjalani pemeriksaan selama 12 jam lamanya di Polda Metro Jaya. Ironisnya, meskipun kasus ini berakhir dengan Ratna Sarumpaet mengakui sebagai pencipta hoaks, Nanik justru berbalik menuduh Ratna sebagai pihak yang ingin menjatuhkan Prabowo. Tuduhan silang antara Ratna dan Nanik sempat mewarnai persidangan hingga akhirnya Nanik dibebaskan dari jeratan pidana karena dinilai hanya menjadi “korban” dari kebohongan Ratna.
Seiring pencopotan Dadan Hindayana oleh Presiden Prabowo pada 2 Juni 2026 karena dugaan kelalaian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nanik Sudaryati Deyang kembali mendapat kepercayaan untuk menggantikannya sebagai Kepala BGN yang baru. Dengan posisi yang kini semakin strategis, masyarakat menaruh harapan sekaligus cermatan agar pelajaran dari sejarah delapan tahun lalu—tentang pentingnya verifikasi dan kejujuran—tidak hanya menjadi slogan di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi etos kerja di Badan Gizi Nasional. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
