Densus 88 dan Pemprov Jambi Gelar Deklarasi Tolak IRET serta TCC, Dihadiri 15.000 Pelajar

Densus 88 dan Pemprov Jambi Gelar Deklarasi Tolak IRET serta TCC, Dihadiri 15.000 Pelajar

JAMBI, LELEMUKU.COM – Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Jambi berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi Akbar Tolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), dan Perundungan (Bullying) yang dihadiri sekitar 15.000 pelajar SMA, SMK, MA, SMP dan MTs se-Provinsi Jambi, terdiri dari 7.000 peserta luring dan 8.000 peserta daring, di GOR Kota Baru, Kamis (7/5/2026).

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar menegaskan bahwa fenomena keterpaparan anak terhadap paham radikalisme kini semakin mengkhawatirkan karena banyak menyasar melalui media sosial dan komunitas digital seperti TCC.

“Bijak dalam penggunaan handphone dan media sosial harus menjadi budaya generasi muda. Gunakan teknologi sebagai sarana belajar, kreativitas dan membangun masa depan, bukan menjadi pintu masuk paham radikal maupun perilaku menyimpang,” ujar Kapolda Jambi.

Gubernur Jambi Alharis mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah nyata melindungi generasi muda dari ancaman IRET, TCC, dan bullying.

“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu kita harus bersama-sama menjaga mereka dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan dan persatuan bangsa,” ungkap Gubernur Jambi.

Para pelajar melaksanakan Deklarasi Bersama Pelajar Se-Provinsi Jambi berisi komitmen menolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, TCC, bullying, serta berbagai bentuk komunitas kriminal dan perilaku menyimpang. Materi kegiatan disampaikan oleh Kasatgaswil Jambi Densus 88 Kombes Pol Beri Diatra, Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini, peneliti TCC Universitas Indonesia Sabita Afifa Khoirunnisa, influencer Debi Ceper, serta mitra deradikalisasi eks napiter Giovanov Rafli.

Kasatgaswil Jambi Densus 88 Kombes Pol Beri Diatra menegaskan bahwa paham IRET, TCC dan bullying saling berkaitan sebagai ancaman serius terhadap generasi muda.

“Paham radikal masuk secara perlahan melalui ruang digital. Karena itu pengawasan, komunikasi keluarga, dan literasi digital menjadi benteng utama untuk melindungi anak-anak kita,” tegasnya. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya