Viral Ambulan Pasien Gawat dari Morowali Utara ke Makassar Dihadang Demonstran Luwu Raya
LUWU UTARA, LELEMUKU.COM - Video viral yang memperlihatkan sebuah mobil ambulan membawa pasien gawat dihadang dan dipaksa putar balik oleh demonstran di Luwu Utara memicu kemarahan publik. Insiden ini terjadi pada Jumat, 24 Januari 2026, di tengah aksi pemblokiran Jalan Trans Sulawesi yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Mobil ambulan yang membawa pasien rujukan dari RSUD Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah menuju RSUP Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sulawesi Selatan, tidak diperbolehkan melintasi jalan yang diblokir oleh puluhan demonstran. Meski mengangkut pasien dalam kondisi gawat, ambulan tersebut tetap dipaksa untuk balik arah.
Akhirnya sopir ambulan mengalah dan terpaksa mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan kondisinya rusak. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keselamatan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera di rumah sakit rujukan.
Aksi demonstran menghadang mobil ambulan ini membuat publik kehilangan simpati terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Di media sosial, warganet ramai mengecam tindakan para demonstran yang dinilai telah melampaui batas kewajaran dalam memperjuangkan aspirasi.
"Jadi tidak simpatik dengan perjuangan pemekaran karena bikin masyarakat tambah susah," kata Arham, salah satu warganet yang mengomentari video viral tersebut. Sentimen serupa juga diungkapkan banyak netizen lainnya yang menilai tindakan menghadang ambulan telah merugikan nyawa orang lain.
Aksi demonstrasi yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya dimulai sejak Jumat, 23 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80. Para demonstran memblokade Jalan Trans Sulawesi di sekitar Jembatan Baliase, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Luwu Utara.
Untuk melumpuhkan arus lalu lintas antara provinsi dan menarik perhatian pemerintah, para demonstran memotong batang pohon berukuran besar menggunakan chainsaw milik warga setempat. Batang pohon tersebut sengaja dibentangkan di badan jalan sehingga melumpuhkan total arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi.
Selain menutup jalan dengan batang pohon, para demonstran juga membakar ban bekas dan menutup jalan dengan batu. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan "Provinsi Luwu Raya Harga Mati" sebagai bentuk keseriusan tuntutan mereka.
Pemblokiran jalan ini telah menimbulkan dampak berantai yang luas, termasuk kemacetan panjang, keterlambatan distribusi BBM, dan terhambatnya pasokan barang kebutuhan pokok. Namun insiden penghadangan ambulan menjadi titik kulminasi yang membuat publik mempertanyakan metode perjuangan yang digunakan para demonstran. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri